News

Kepuasan Terhadap Kinerja Jokowi Stagnan

67,5 persen responden menilai kinerja presiden baik atau naik 1,6 persen dibandingkan tiga bulan lalu tetapi kenaikannya berada di dalam margin of error


Kepuasan Terhadap Kinerja Jokowi Stagnan
Presiden Joko Widodo (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi cenderung stagnan selama tiga bulan terakhir. Hasil sigi terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan 67,5 persen masyarakat puas terhadap kinerja Jokowi.

"Di Februari 2022 itu 65,9 persen menilai kinerja presiden baik. Pada Mei 2022 itu 67,5 persen menilai kinerja presiden baik atau puas. Tidak ada peningkatan atau penurunan yang berarti atau yang tajam atas tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden selama tiga bulan terakhir," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan seperti dikutip dari YouTube Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga, Senin (23/5/2022).

Survei dilakukan pada 10 hingga 14 Mei 2022 dengan metode pemilihan sampel yaitu random digit dialing (RDD). Sampel yang diambil sebanyak 1.273 responden dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaannya 95 persen.

baca juga:

Responden yang terpilih merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas yang memiliki telepon. Kemudian responden dipilih secara acak yang dipastikan valid dan diajukan pertanyaan.

Djayadi merinci masyarakat yang kurang puas atau tidak puas berdasarkan survei adalah sebanyak 29 persen. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab 3,4 persen.

Sebaliknya, Djayadi mengatakan kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi turun menjadi 58,1 persen, atau terendah dalam enam tahun terakhir.

Pada November 2021, survei kepuasan publik atas Jokowi sebanyak 72 persen kemudian turun pada Desember 2021 menjadi 71,4 persen, lalu pada Februari 2022 menjadi 65,9 persen, serta naik sedikit ke 67,5 persen pada Mei 2022.

Djayadi menjelaskan, tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden biasanya dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti kondisi perekonomian dan masalah kelangkaan minyak goreng. Kemudian non fundamental seperti yang berkaitan dengan tanggapan moral atas diri Jokowi maupun apa yang berkenaan peristiwa yang menyangkut dirinya seperti penanganan varian Delta Covid-19.

"Kalau kita lihat di sini, dari November 2021, itu ada gejala penurunan terhadap kepuasan atas kinerja presiden sampai dengan Februari 2022. Di Mei 2022 67,5 persen menilai kinerja presiden baik atau puas. Jadi ada penambahan angka dari segi angka absolut sekitar 1,6 persen. Tapi kalau kita lihat 1,6 persen itu berada di dalam margin of error,” demikian kata Dhayadi Hanan.[]