News

Kepuasan Masyarakat Terhadap Jokowi Turun Drastis, Demokrat Beberkan Alasannya

pemerintah telah gagal dalam menstabilkan harga bahan pokok, ditambah kebijakan larangan ekspor minyak sawit yang merugikan petani kecil.


Kepuasan Masyarakat Terhadap Jokowi Turun Drastis, Demokrat Beberkan Alasannya
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Minggu (3/10/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, pemerintah semestinya sadar dengan tingkat kinerja kepuasan masyarakat yang kian memudar. 

"Alarm bahaya buat pemerintah, perlu (dilakukan) evaluasi menyeluruh," kata Herzaky kepada AKURAT. CO, pada Senin (16/5/2022). 

Herzaky juga mencatat, bahwa pemerintah telah gagal dalam menstabilkan harga bahan pokok. Ditambah kebijakan larangan ekspor minyak sawit yang merugikan petani kecil. 

baca juga:

"Sudah bisa diduga, karena pemerintah gagal mengendalikan kenaikan harga sembako dalam beberapa bulan terakhir. Tidak ada kebijakan yang efektif. Terakhir, pelarangan ekspor minyak sawit, malah menimbulkan masalah baru dan membuat banyak rakyat kecil kehilangan pendapatan," ujarnya. 

Herzaky menambahkan, pemerintah lebih fokus dalam penanganan ekonomi di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini. 

Namun, hal ini tidak dilirik oleh pemerintah yang justru menaikkan harga kebutuhan masyarakat lainnya. 

"Pemerintah malah menaikkan berbagai kebutuhan harian lainnya bagi rakyat, seperti gas, bahan bakar minyak, dan pajak," ucap Herzaky. 

"Sebaiknya pemerintah bisa lebih fokus pada pemulihan ekonomi, penurunan harga sembako, harga gas, harga listrik, dan berbagai harga-harga lainnya yang terus melonjak selama tahun 2022 ini," pungkasnya. 

Sebelumnya, Lembaga Survei Indikator Politik kembali merilis survei terkait kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Diketahui alasan penurunan kepuasan publik dikarenakan langka dan mahalnya harga minyak goreng di pasaran. 

Angka tersebut menurun dibanding survei sebelumnya pada 20-25 April 2022 yang menunjukkan adanya peningkatan terhadap kinerja Jokowi, yakni 5%, dari survei sebelumnya dengan persentase 59%

Berdasarkan hasil survei tingkat kepuasan masyarakat akan kinerja pemerintahan menunjukkan angka sebagai berikut: Sangat puas 8%, Cukup Puas 50,1% ,Kurang puas 29,1% ,Tidak puas sama sekali 6,1% ,Tidak tahu 6,7%. []