Ekonomi

Kepergok Bergerak Liar, Saham Bank Milik Anthoni Salim Dipelototi BEI

Meroketnya saham yang terlalu signifikan, membuat PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dipantau ketat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI)


Kepergok Bergerak Liar, Saham Bank Milik Anthoni Salim Dipelototi BEI
Ilustrasi - Bursa Efek (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Meroketnya saham yang terlalu signifikan, membuat PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dipantau ketat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham BINA yang dikendalikan salah satunya oleh pengusaha Anthony Salim ini, memang berakhir melesat 4,17% ke harga Rp5.125/unit pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (24/6/2021).

Adapun saham BINA yang kian melonjak pada hari ini, seiring yang sudah terjadi selama 10 hari beruntun melebihi sebelumnya dari harga Rp1.830/unit atau 180%. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham BINA yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang- undangan di bidang Pasar Modal.

" Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 22 Juni 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) terkait penyampaian bukti iklan hasil RUPS, " ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dalam keterbukaan informasi BEI di Jakarta, Kamis (24/6/2021).

Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham BINA tersebut, BEI menegaskan hingga saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Maupun mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

" Seluruh keterbukaan informasi terkait Emiten dipublikasikan melalui website Bursa (www.idx.co.id), "terangnya.

Sekadar informasi, hingga penutupan perdagangan hari ini, saham BINA masih terus menghijau dengan naik 7,22% atau 355 poin ke level Rp5.275 per saham. Saham BINA melaju kencang disinyalir setelah persetujuan aksi korporasi rights issue dalam waktu dekat dimana Anthony Salim berpeluang untuk menambah porsi kepemilikanya di BINA.

Untuk diketahui, Bank Ina Perdana adalah perusahaan dibidang jasa keuangan di Indonesia.Bank ini berpusat di Jakarta. Bank ini berdiri pada 1990.

Berdiri sejak 1990, dengan kepemilikan PT Kharisma Prima Karya dan Oki Widjaja,berpusat di Wisma BSG Corporation, Jakarta.

Dalam upaya mendekatkan diri serta meningkatkan layanan perbankan kepada nasabah, Bank Ina telah menyediakan fasilitas ATM yang diletakkan diberbagai lokasi yang umumnya tidak jauh dari kantor Bank Ina, serta menjadi salah satu anggota ATM Bersama.

Bank Ina melangkah maju mengembangkan diri secara berkesinambungan dengan semangat dan komitmen yang tinggi dari pemegang saham, pengurus dan karyawan, selalu diwujudkan dengan pembuatan produk dan jasa perbankan yang mampu menyerap pasar, seperti layanan transfer valas bekerja sama dengan CIMB Niaga.

Kini kepemilikan Bank Ina ada di tangan Affin Bank asal Malaysia.Namun belum diketahui informasi lebih lanjut.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co