News

Kepala Sekolah dan Guru Sekolah di Bantul yang Paksa Siswi Berjilbab Akhirnya Dinonaktifkan

Kepala Sekolah dan Guru Sekolah di Bantul yang Paksa Siswi Berjilbab Akhirnya Dinonaktifkan
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Pracimasono, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (2/4/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Kepala sekolah dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan Bantul akhirnya dinonaktifkan dari ketugasannya untuk sementara waktu buntut munculnya kasus dugaan pemaksaan berhijab bagi salah seorang siswi sekolah itu.

"Satu kepala sekolah, tiga guru saya bebaskan dari jabatannya," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (4/8/2022).

Sultan mengatakan, keempatnya dinonaktifkan sejalan dengan masih bergulirnya pemeriksaan oleh Disdikpora terkait dugaan pemaksaan jilbab di SMAN 1 Banguntapan.

baca juga:

"Tidak boleh ngajar dulu sampai nanti ada kepastian," tegasnya.

Walaupun pemeriksaan masih berjalan, Sultan menegaskan jika pemaksaan pemakaian jilbab di sekolah pemerintah sama sekali tak bisa dibenarkan dan melanggar Permendikbud Nomor Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah.

"Yang salah bukan anaknya, yang salah itu kebijakan itu melanggar (jika pemaksaan terbukti)," imbuh Sultan.

Sebagaimana diketahui, siswi tersebut saat ini tengah difasilitasi untuk bisa pindah dari SMAN 1 Banguntapan. Sultan mengaku sangat menyayangkan hal tersebut, mengingat murid itu hanyalah korban. 

"Yang harus ditindak itu guru atau kepala sekolah yang memang memaksa itu," tandasnya.

Sementara itu Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan bahwa kepala sekolah dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan itu dinonaktifkan per hari ini usai berlaku efektifnya surat keputusan dari Balai Pendidikan Menengan (Baldikmen) Kabupaten Bantul.

Aji berujar, penonaktifan ini demi kelancaran proses pendidikan di SMAN 1 Banguntapan, Bantul. Kata dia, mereka yang dinonaktifkan adalah dua guru BK, satu wali kelas, dan kepala sekolah.

"Pemeriksaan terhadap kasus itu kan kepala sekolah dan tiga guru ini tidak bisa efektif kalau kemudian pada status yang sekarang. Supaya dia bisa konsentrasi memberikan keterangan dan sambil menunggu proses," kata Aji di kantornya. []