News

Kepala Satpol PP Bogor Sebut Acara Rizieq Shihab di Megamendung Tidak Patuhi Prokes

Panitia acara yang dihadiri Habib Rizieq di Megamendung tidak bersedia menandatangani kesanggupan mematuhi protokol kesehatan.


Kepala Satpol PP Bogor Sebut Acara Rizieq Shihab di Megamendung Tidak Patuhi Prokes
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyapa massa yang memadati markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020) (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan pelanggaran protokol kesehatan atau kerumunan massa di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, yang menjerat Habib Muhammad Rizieq Shihab (MRS) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). 

Agus mengatakan pihak panitia acara maulid nabi di Megamendung Bogor  pada pertengahan November 2020, tidak bersedia menandatangani perjanjian kepatuhan protokol kesehatan (Prokes). Dalam acara tersebut, dihadiri ribuan orang yang merupakan simpatisan FPI. 

Kata Agus, ada sejumlah syarat yang harus diikuti atau dipatuhi oleh panitia untuk menggelar acara tersebut. Salah satunya membatasi peserta paling banyak hanya 160 orang saja, dengan waktu pelaksanaan tak lebih dari 3 jam.

"Di dalam aturan saat itu maksimal kegiatan 160 orang dan hanya 3 jam. Ketika itu panitia acara tidak  menandatangani kesanggupan mematuhi prokes ke camat," kata Agus saat menjadi saksi di PN Jaktim, Senin (19/4/2021). 

Selain itu, kata dia, untuk mematuhi prinsip dasar protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan juga diminta diterapkan.  Namun, lanjut dia, kenyataan yang terjadi saat acara berlangsung itu semua aturan diabaikan.

"Penyelenggaraan melebihi jumlah yang dibatasi 160 orang. Dan melebihi dari 3 jam," jelasnya. 

"Tidak memakai masker. Dan jaga jarak tidak sesuai. Kemudian juga tidak ada cuci tangan," sambungnya.

Dalam perkara nomor 226/Pid.B/2021/PN.JktTim untuk kasus kerumunan di Megamendung, Rizieq Shihab didakwa melanggar Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo 216 ayat 1 KUHP. []

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu