News

Kepala BNPB: Dilarang Mudik, Jangan Ada yang Keberatan, Menyesal Nanti

Pemerintah tidak ingin adanya kerumunan yang dilakukan oleh masyarakat.


Kepala BNPB: Dilarang Mudik, Jangan Ada yang Keberatan, Menyesal Nanti
Warga memesan tiket bus saat hendak mudik jelang Bulan Ramadhan 1442 Hijriah di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, (12/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19-19 Letjen TNI Doni Monardo meminta masyarakat jangan ada yang keberatan dengan larangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini. 

Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir dan potensi penularan dari mobilitas manusia pada hari raya dan libur nasional sangat tinggi.  

“Tidak mudik. Dilarang mudik. Jangan ada yang keberatan. Menyesal nanti,” kata Doni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/4/2021).

Pemerintah tidak ingin adanya kerumunan yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga potensi penularan Covid-19 dan berakhir pada angka kematian yang tinggi.

“Kita tidak ingin pertemuan silaturahmi berakhir dengan hal yang sangat tragis. Kehilangan orang-orang yang kita sayangi. Kehilangan orang-orang yang kita cintai. Jangan sampai terjadi,” ujar Doni.

Adapun pelarangan mudik sebagaimana yang tertuang pada Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan atau larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H telah dikeluarkan pada 7 April 2021. Aturan tersebut dikeluarkan semata-mata untuk mencegah terjadinya penularan virus corona.

Kendati demikian, Doni mengatakan bahwa masih ada sebanyak 17 persen masyarakat Indonesia yang sampai sekarang tidak percaya adanya Covid-19 dan menganggap hal itu adalah sebuah rekayasa serta konspirasi.

“Kepada unsur pimpinan baik di pemerintahan termasuk TNI/Polri dan juga tokoh masyarakat juga khususnya kepada ulama, mari memahami tentang Covid-19 ini dan menyampaikan kepada masyarakat. Karena masih ada yang belum percaya Covid-19 sebanyak 17 persen,” ucap Doni. 

Sebelumnya, pemerintah melarang aktivitas mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021, bukan berarti sebelum atau sesudah waktu yang ditentukan diperbolehkan mudik.

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu