Ekonomi

Kepala Bappenas Ramal Ekonomi RI 2021 Tumbuh 4,8%

Kementerian PPN/Bappenas memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 di kisaran 4,2%-4,8%.


Kepala Bappenas Ramal Ekonomi RI 2021 Tumbuh 4,8%
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat memberikan penjelasan kepada Komisi VIII dalam rapat kerja di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020). Dalam rapat kerja tersebut membahas agenda verifikasi dan validasi data kemiskinan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 di kisaran 4,2%-4,8%.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan, pertumbuhan 4,2% akan terealisasi jika kasus pandemi Covid-19 terus menurun hingga September 2021, sedangkan 4,8 persen tercapai jika penurunan terjadi pada Juli 2021.

"Kami mencoba menghitung bersama FKUI bagaimana caranya supaya selain pencapaian herd immunity itu, kita ingin masyarakat mulai percaya sehingga mobilitas itu bisa bergerak," katanya dalam raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Dilansir dari Antara, Suharso menjelaskan estimasi untuk mencapai wabah Covid-19 terkendali adalah menurunkan angka reproduksi efektif dari 1,2 menuju 0,9 dan mencapai herd immunity atas 181,5 juta dari total 269 juta penduduk Indonesia.

Ia menyebutkan untuk mencapai herd immunity terhadap 181,5 juta jiwa tersebut dibutuhkan sekitar 426,8 juta dosis vaksin dengan target selesai program vaksinasi dalam 15 bulan.

Suharso merinci untuk mencapai pertumbuhan 4,8 persen maka vaksinasi harus mampu mencapai lebih dari satu juta orang per hari dan target sasaran vaksin mencapai 70 juta atau 39 persen dari asumsi 181,5 juta orang selesai pada Juli 2021.

Di sisi lain, ia menuturkan jika vaksinasi hanya mampu mencapai angka di bawah satu juta per hari dan target sasaran vaksin 70 juta orang baru terealisasi pada September 2021, maka ekonomi hanya tumbuh 4,2%.

"Kalau divaksin lebih cepat dengan speed yang sekarang, kecepatan yang sekarang itu akan dicapai pada September 2021," ujarnya. []

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu