News

Kendaraan Pribadi dan Angkutan Umum Bakal Dibatasi di Jakarta


Kendaraan Pribadi dan Angkutan Umum Bakal Dibatasi di Jakarta
Kendaraan melintas di ruas tol lingkar luar Jakarta-Cikampek di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2020). Emiten bisnis pengelolaan jalan tol mulai berdampak pada penurunan transaksi hingga 20 persen sejak sepekan diberlakukan social distancing pandemik Corona. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat izin menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, izin PSBB akan dimanfaatkan maksimal sehingga penularan virus corona atau Covid-19 bisa ditekan. Salah satu upaya yang akan dilakukan ialah membatasi mobilitas masyarakat dengan membatasi angkutan umum dan kendaraan pribadi beroperasi di Jakarta.

"Artinya, setelah ada PSBB maka kita bisa masifkan, tidak hanya MRT, LRT dan TransJakarta saja, tapi juga layanan angkutan umum lainnya termasuk kendaraan pribadi," kata Syafrin saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2020).

Syafrin menerangkan, gagasan membatasi kendaraan pribadi sudah dibahas pihaknya. Namun, gagasan itu belum bisa diterapkan karena terkendara alas hukum.

"Jadi beberapa opsi itu yang dilarang angkutan umum, pribadi," pungkasnya.

Meski demikian, Syafrin menegaskan bahwa tidak semua kendaraan akan dibatasi. Dia mengatakan angkutan barang tidak terimbas kebijakan itu.

"Tidak termasuk (angkutan) barang. Itu opsinya, diantaranya, bagaimana distribusi logistik dan opsi-opsi itu kita lakukan," imbuhnya.[]