Lifestyle

Kendalikan Hipertensi dan Jaga Imun Bumil, Ajinomoto Edukasi Lewat Webinar

Webinar Event: "Peran Gizi Sebagai Langkah Pengendalian Hipertensi dan Menjaga Sistem Imun dalam Kehamilan" dilakukan untuk mendukung ibu tetap sehat


Kendalikan Hipertensi dan Jaga Imun Bumil, Ajinomoto Edukasi Lewat Webinar
Webinar Event: "Peran Gizi Sebagai Langkah Pengendalian Hipertensi dan Menjaga Sistem Imun dalam Kehamilan" (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Menggandeng GIZI KEBUGARAN INDONESIA, Ajinomoto menggelar Webinar Event: "Peran Gizi Sebagai Langkah Pengendalian Hipertensi dan Menjaga Sistem Imun dalam Kehamilan". Hal ini dilakukan untuk mendukung ibu agar tetap sehat. Tak hanya itu, webinar ini juga membantu para ibu untuk mendapatkan fakta tentang bumbu umami dan manfaat klinis Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi COVID-19.

Webinar ini merupakan serangkaian event yang dilaksanakan pada akhir Juni 2021 hingga Oktober 2021 untuk wilayah Kalimantan dan Sumatera. Salah satu pembicara pada webinar event di Kalimantan, menghadirkan dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinik di Melinda Hospital Bandung. 

Faktanya, hipertensi masih berpotensi terjadi pada ibu hamil. Angka kejadian pre-eklamsia (hipertensi pada kehamilan) sebenarnya lebih tinggi di negara berkembang seperti Indonesia yang persentasenya mencapai sekitar 7 - 10%.

baca juga:

Kendalikan Hipertensi dan Jaga Imun Bumil, Ajinomoto Edukasi Lewat Webinar - Foto 1
dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK ISTIMEWA

Menurut dr. Johanes, mengontrol asupan kalori dan nutrisi lainnya sangat penting untuk mencegah risiko hipertensi pada kehamilan. Ada beberapa cara untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan, serta meningkatkan imunitas ibu dan janin yang dikandungnya. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan pola makan yang memperbanyak sayuran dan ikan, dan strategi diet rendah garam.

"Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya sayur dan ikan mengurangi kemungkinan terkena hipertensi gestasional sebesar 14% dan pre-eklamsia sebesar 21%," ujar dr. Johanes, di acara webinar.

“Melakukan diet rendah garam juga menjadi salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit degenerative seperti hipertensi, dengan mencegah hal tersebut, peluang kita untuk menjaga sistem imun semakin tinggi. Sudah banyak penelitian tentang penurunan asupan natrium (garam). Contoh, Halim dkk dalam penelitian terbaru tahun 2020, Journal of Food Science juga membuktikan peran MSG dalam menjaga rasa nikmat pada makanan walaupun kadar natrium nya dikurangi antara 30-60%. Dari penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa penurunan asupan garam dapat dicapai tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan dengan penambahan MSG secukupnya,” ucap dr. Johanes.

Kegiatan webinar ini sudah dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu di Pontianak dan Banjarmasin dengan jumlah peserta webinar ini mencapai 944 peserta dan sebagian besar berprofesi sebagai bidan dan mahasiswi kebidanan.