Lifestyle

Asal-usul Cincin Kawin

Cincin kawin yang berbentuk lingkaran dapat menjadi simbol suatu hubungan tanpa akhir, karena melingkar tak berujung mewakili harapan sebuah pernikahan


Asal-usul Cincin Kawin
Ilustrasi pasangan yang emnggunakan cincin kawin. (naturaldiamonds.com)

AKURAT.CO, Mungkin banyak orang yang tidak tahu tentang sejarah cincin kawin. Bahkan sebagian dari kalian pasti hampir tidak pernah bertanya tentang bagaimana sejarah cincin kawin ini. 

Dikutip dari berbagai sumber, cincin kawin berasal dari tradisi Mesir Kuno. Cincin yang berbentuk lingkaran dapat menjadi simbol suatu hubungan tanpa akhir, karena melingkar tak berujung mewakili harapan sebuah pernikahan yang selalu bersatu dan tiada akhir.

Apakah sejak awal masyrakat mesir kuno mengenal cincin kawin dalam bentuk emas? Awalnya, masyarakat mesir kuno menggunakan rumput dan/atau alang-alang untuk membuat cincin, dengan cara dipilin melingkar. Seiring perkembangan zaman, disadari bahwa cincin yang berfilosofi tiada akhir ini haruslah berasal dari material yang tidak sembarangan.

Dimulai dari cincin bermaterial besi, lalu berkembang menjadi cincin emas karena dianggap lebih indah. Kini, cincin kawin hadir dengan berbagai macam jenis; ada yang terbuat dari material emas, palladium, platinum dan lainnya, dengan dipercantik menggunakan permata bahkan berlian. 

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya tentang cincin kawin yang identik selalu disematkan di jari manis tangan kanan. Ternyata, bukan sembarangan ditentukan. Cincin kawin dianggap sebagai simbol status seseorang yang sudah menikah, yang mana tangan kanan adalah bagian tubuh yang paling sering digunakan. 

Lalu, mayoritas orang menggunakan tangan kanan untuk melakukan beragam aktivitas sehari-hari. Hal ini dianggap bahwa tangan kanan memiliki kekuatan yang membawa kebaikan.

Selain itu, jari manis tangan kanan juga cenderung lebih besar ukurannya dan lebih kuat. Jadi, ketika menggunakan cincin di jari manis tangan kanan, kamu tidak perlu khawatir akan terlepas, kecuali dilepaskan sendiri dengan sengaja. 

Namun di sebagian negara barat, cincin kawin disematkan di jari manis tangan kiri, karena beranggapan bahwa manusia pada umumnya memakai tangan kanan sebagai tangan dominan untuk melakukan banyak hal. Penempatan cincin di jari manis tangan kanan akan menyebabkan perhiasan tersebut lebih mudah rusak atau tergores sehingga mereka menyematkan cincin kawin itu di jari manis tangan kiri. 

Mau menempatkan cincin kawin di tangan kanan ataupun kiri, sepertinya tidak perlu dijadikan perdebatan karena keduanya sama-sama memiliki sisi positif. Yang penting  ketika membeli cincin kawin, kamu harus berdua dengan pasangan. Supaya tidak salah pilih ukuran dan jenis cincin kawinnya.

Sudah mau nikah? Sudah siap?[]