Rahmah

Kenapa Allah Membebankan Manusia untuk Beribadah?

Allah memerintahkan manusia beribadah bukan tanpa alasan


Kenapa Allah Membebankan Manusia untuk Beribadah?
Ilustrasi orang beribadah (Freepick)

AKURAT.CO Ibadah adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Arab ‘Ibadah. Dalam terminologi bahasa Indonesia sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata ini memiliki arti: Perbuatan atau penyataan bakti terhadap Allahyang didasari oleh peraturan agama.

Ada banyak jenis ibadah dalam ajaran Islam, yang secara garis besar terbagi atas ibadah wajib dan ibadah sunah. Manusia oleh Allah dan Rasulullah dituntut untuk melakukannya secara sempurna.

Namun yang menjadi pertanyaan, apa alasan Allah membebankan manusia untuk beribadah? Ada alasan apa Allah memerintahkan manusia untuk menjalankan ibadah? Apakah tidak cukup dengan tidak melakukan kemaksiatan?

baca juga:

Syaikh Ibn Atha'illah dalam Al-Hikam-nya menjelaskan berikut ini:

علم قلة نهوض العباد إلى معاملته فأوجب عليهم وجود طاعته فساقهم إليه بسلاسل الإيجاب

Artinya: “Allah memaklumi rendahnya semangat hamba-Nya untuk berinteraksi dengan-Nya, maka dari itu Dia mewajibkan adanya ketaatan untuk mereka sehingga Dia menggiring mereka kepada-Nya dengan belenggu kewajiban.”

Penjelasan Ibn 'Athaillah ini jelas menegaskan bahwa ibadah penting bagi manusia agar tidak menjadi makhluk yang lemah. Dengan ibadah, seorang hamba dapat menjadi pribadi yang kuat dan tangguh dalam menjalankan agamanya.

Syekh Syarqawi, dalam Syarhul Hikam, jilid 2, halaman 31 menambahkan:

علم قلة نهوض العباد إلى معاملته) أي الإقبال عليه بطاعته والقيام بحقوق ربوبيته طوعا منهم لما هم عليه من وجود الضعف ولما في نفوسهم من وجود الكسل

Artinya: “(Allah memaklumi rendahnya semangat hamba-Nya untuk berinteraksi dengan-Nya) maksudnya untuk menghadap-Nya melalui ibadah dan menunaikan hak ketuhanan lainnya secara sukarela karena adanya kelemahan semangat dan ada kemalasan di dalam diri mereka."

Jika manusia tidak diwajibkan atau dibebankan untuk beribadah, dikhawatirkan mereka akan mudah untuk masuk ke dalam neraka. Sehingga, untuk menjauhkan manusia dari siksaan ini, Allah menggiring mereka melalui ketataan.