Olahraga

Kenang Insiden di Australia, Djokovic Mengaku Lega dengan Gelar Wimbledon

Kenang Insiden di Australia, Djokovic Mengaku Lega dengan Gelar Wimbledon
Petenis asal Serbia, Novak Djokovic, ketika merayakan keberhasilannya menjadi juara Wimbledon 2022 di London, Inggris, Minggu (10/7). (ANTARA/Reuters)

AKURAT.CO, Keberhasilan menjadi juara Wimbledon 2022 membuat Novak Djokovic merasa lega di tengah tahun yang berat. Petenis asal Serbia itu mengingat kesuksesannya dengan pengalaman dideportasi dari Australia pada awal tahun ketika hendak berpartisipasi di Australia Terbuka.

“Bukan sebuah kebetulan bahwa Wimbledon memiliki relevansinya dalam hidup dan karier saya,” kata Djokovic sebagaimana dipetik dari BBC.

“Ini juga adalah kelegaan, mengingat apa yang saya alami tahun ini. (Gelar) ini menambahkan lebih banyak nilai dan signifikansi lebih dan lebih banyak emosi, tentu saja.”

baca juga:

Djokovic meraih gelar Wimbledon ketujuh dalam kariernya dengan mengalahkan petenis asal Australia, Nick Kyrgios, di Lapangan Utama All England Lawn Tennis & Croquet, London, Inggris, Minggu (10/7). Djokovic membutuhkan waktu tiga jam untuk mengalahkan Kyrgios dengan skor 4-6, 6-3, 6-4, dan 6(3)-7(7).

Gelar Wimbledon tahun ini juga merupakan yang keempat secara beruntun dalam empat tahun terakhir oleh Djokovic. Dengan kata lain, petenis ranking tujuh dunia tersebut sukses mempertahankan gelarnya di turnamen grand slam lapangan rumput tersebut.

“Wimbledon secara sejarah telah tiba pada fase penting dalam hidup saya,” kata Djokovic.

Januari silam, Djokovic harus menjalani sepuluh hari yang tak mengenakkan sejak ia mendarat di Bandar Udara Melbourne, Australia. Petenis dengan 21 gelar grand slam itu harus mendekam di rumah tahanan imigrasi karena pemerintah setempat tak mengizinkan warga asing yang belum divaksinasi Covid-19 masuk ke wilayah mereka.

Visa Djokovic dicabut ketika itu dan ia menang banding pada persidangan pertama. Namun, ia harus kalah pada sidang kedua yang membuat Australia mendeportasinya sekaligus membatalkan keikutsertaannya di Australia Terbuka.

“Tahun ini dimulai seperti bagaimana ia dimulai dan itu memengaruhi saya terutama di beberapa bulan pertama,” kata Djokovic.

“Saya tidak merasa baik secara umum. Secara mental, emosional, saya tidak di tempat yang baik. Saya menyadari pada titik tersebut yang harus mengambil jeda, bahwa saya harus sabar, dan cepat atau lambat saya akan mendapatkan diri saya dalam kondisi optimal.”[]