Lifestyle

Kenali Slut Shaming Karena Termasuk Kekerasan Pada Perempuan Secara Verbal

Slut shaming merupakan stigma yang diberikan kepada seseorang, karena seseorang dianggap berperilaku sensual. Apa saja bentuknya?


Kenali Slut Shaming Karena Termasuk Kekerasan Pada Perempuan Secara Verbal
Ilustrasi kekerasan pada perempuan (Pexels)

AKURAT.CO Pernakah kamu mendengar istilah slut shaming? Slut shaming dapat dikategorikan sebagai salah satu kekerasan pada perempuan secara verbal. 

Selain itu, fenomena ini juga bisa kamu temui saat menonton sinetron atau film, tepatnya ketika adegan sesama perempuan saling menghina dan memanggil dengan kata-kata kasar. atau pada komentar-komentar negatif warganet yang menggunakan julukan tertentu, seperti 'pelacur' atau semacamnya. 

Dikutip dari Oxford Dictionaries, slut shaming merupakan stigma yang diberikan kepada seseorang, karena seseorang dianggap berperilaku sensual, tujuannya untuk mempermalukan sekaligus merendahkannya. 

baca juga:

Umumnya, slut shaming dilontarkan atas penampilan seseorang, mulai dari cara berpakaian hingga dugaan aktivitas seksual.

Dampak dari slut shaming pun cukup beragam, seperti korban akan merasa tidak berharga, malu hingga menimbulkan depresi. 

Lalu, apa saja bentuk dari slut shaming. Berikut lima tanda kamu telah menerima kejahatan pada perempuan jenis slut shaming, dilansir dari laman Teen Vogue.

Merendahkan busana perempuan lain 

Kamu pernah mendapatkan komentar negative karena pakaianmu dinilai kurang memenuhi norma kesopanan? Meski terkesan sepele, komentar negatif ini termasuk salah satu ciri slut shaming, lho. 

Akibat kejahatan pada perempuan ini, tak sedikit perempuan kehilangan rasa percaya diri dan menarik diri dari lingkungan. 

Asumsi perempuan berdandan hanya untuk laki-laki 

Salah satu ciri kekerasan pada perempuan jenis slut shaming adalah anggapan bahwa perempuan merias wajah hanya demi menarik perhatian laki-laki. 

Jenis komentarnya pun beragam, mulai dari menor, berlebihan hingga kata-kata kotor seperti 'pelacur' atai 'cabe-cabean'.

Padahal memulaskan makeup ke wajah merupakan cara merawat kesehatan kulit, sekaligus agar menjadi percaya diri.

Menyalahkan sesama perempuan saat menjadi korban revenge porn 

Melakukan aktivitas seksual dengan pasangan memang hak setiap perempuan. Namun, kamu harus lebih hati-hati, sebab hal ini bisa menimbulkan kekerasan pada perempuan. 

Salah satu bentuk kekerasan tersebut, yakni ancaman menyebarkan foto bugil atau yang dikenal sebagai revenge porn. 

Ketika foto tersebut tersebar di jejaring internet, slut shaming berupa komentar-komentar negatif pun datang menyerang kita. 

Tak hanya bisa merusak kehidupan sosial, korban tentu akan merasa malu, tidak berharga bahkan depresi. 

Merendahkan perempuan yang membagikan kegiatan berbau seks

Kasus ini banyak ditemui pada aktris, mulai dari ada yang mencuri foto atau video seksual pribadi di media sosial, hingga keinginan sang public figure untuk membagikan aktivitasnya. 

Sebagai contoh, saat aktris muda yakni Adhisty Zara membagikan video mesra melalui close friend Instagramnya. Video tersebut dibagikan di Internet.

Namanya langsung menempati trending di Twitter dan warganet pun memberikan berbagai komentar negatif, hingga kejahatan pada perempuan jenis slut shaming mengarah kepadanya. 

Akibat kejadian tersebut, Zara pun sempat menghilangkan akun Instagramnya selama beberapa saat. 

Mengajak berhubungan seksual 

Seringkali laki-laki cenderung menjadikan perempuan sebagai objek seksual, sehingga laki-laki tak sungkan untuk mengajak berhubungan seksual baik secara lisan maupun tulisan melalui chat atau komentar di media sosial. Tanpa disadari hal ini termasuk slut shaming.

Dampaknya, perempuan tentu akan merasa jijik, risih hingga mempertanyakan kualitas di dalam dirinya.  

Setelah mengetahui bentuk slut shaming, ada baiknya kita menghindari salah satu bentuk kekerasan pada perempuan ini.