Tech

Kenali Penyebab Knocking Pada Mesin Mobil dan Cara Mengatasinya

Knocking terjadi karena adanya pembakaran yang tidak sempurna antara bahan bakar dengan udara


Kenali Penyebab Knocking Pada Mesin Mobil dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi mesin mobil. (pixabay.com/k_jpg)

AKURAT.CO, Kendaraan roda empat yang mengalami knocking tentunya akan sangat menggangu.

Mengingat, knocking ini akan memunculkan bunyi seperti ketukan pada mesin atau seperti besi beradu.

Tidak hanya menimbulkan suara yang mengganggu, knocking pada mesin juga bisa menyebabkan penurunan tenaga yang dihasilkan oleh mesin. 

baca juga:

Suara knocking mesin, biasanya muncul pada saat mobil baru dinyalakan dan akan terus berbunyi meskipun mobil sudah langsam. Sumber bunyi ini berasal langsung dari dalam mesin mobil.

Knocking terjadi karena adanya pembakaran yang tidak sempurna antara bahan bakar dengan udara, sehingga dapat mengeluarkan ledakan bola api yang disertai getaran.

Mesin mobil dirancang hanya memiliki satu satu proses pembakaran pada satu waktu, sehingga pembakaran kedua atau ketiga akan memberi tekanan pada bagian mesin yang bergerak.

Kemudian akan menyebabkan mesin lebih cepat aus atau bahkan rusak.

Knocking ini tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, akan menimbulkan masalah yang serius dan berakibat buruk pada komponen mesin.

Saat ini, mesin modern memiliki sensor knocking, yang bisa menyesuaikan waktu pengapian dan campuran bahan bakar ke udara dalam hitungan detik agar pembakaran yang sempurna.

Meskipun begitu, dalam beberapa kasus tetap saja tidak cukup untuk dapat mencegah terjadinya knocking mesin. 

Knocking ini tidak terjadi begitu saja, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab munculnya suara ketukan dari dalam mesin.

Penyebab tersebut, biasanya bukan berasal dari cara berkendara, tetapi berasal dari perawatan mobil yang salah. 

Lalu, apa saja penyebab terjadinya knocking ini dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.

  • Menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah

Setiap kendaraan memiliki jenis bahan bakar yang disarankan oleh pabrikan. Untuk mengetahui jenis bahan bakar apa yang sesuai dengan mesin kendaraan, bisa dilihat di bagian tutup tangki bensin.

Biasanya, kendaraan di Indonesia disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan 90 ke atas.

Setiap mesin mobil memiliki rasio kompresi yang berbeda-beda.

Misalnya, dengan dengan kompresi 10:1, maka membutuhkan bahan bakar dengan oktan 92.

Ketika kamu menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah, maka akan menimbulkan temperatur dan kompresi di ruang bakar meningkat. 

Nilai oktan ini dapat berfungsi untuk menilai kemampuan dalam hal menahan tekanan, sehingga tidak terjadi ledakan berlebih pada ruang bakar.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya ledakan berlebihan tersebut, maka kamu harus menggunakan bahan bakar sesuai dengan oktan yang disarankan oleh pabrikan.

  • Menggunakan busi yang tidak tepat

Busi tidak hanya berfungsi jntjk memercikkan api, tetapi juga untuk mengontrol lingkungan internal mesin supaya bisa bekerja dengan kondisi yang presisi. Saat kamu menggunakan busi yang tidak tepat, maka akan membuat percikan api yang terlalu kecil.

Percikan api tersebut tentunya tidak sesuai dengan standar, sehingga berakibat pada proses pembakaran yang tidak sempurna. Bahkan, sisa karbon akan lebih cepat terbentuk dan bisa menempel pada dinding ruang bakar serta katup. 

Jika masalah ini terjadi pada busi mobil kamu, sebaiknya segera ganti busi sesuai dengan standar pabrikan. Hal ini supaya proses pengapian pada mesin bisa berjalan lebih optimal dan sempurna, serta untuk mencegah terjadinya knocking.

  • Suplai bahan bakar dan udara tidak sesuai standar

Karburator untuk mengatur suplai bahan bakar dan udara membutuhkan pengaturan secara khusus. Pengaturan ini disesuaikan dengan standar jenis mesin.

Jika pengaturannya tidak sesuai dengan standar, maka akan membuat suplai bahan bakar dan udara bisa berlebihan atau bahkan kurang.

Hal tersebut tentunya akan menyebabkan pembakaran yang terjadi tidak sempurna. 

Namun, berbeda dengan kendaraan yang menggunakan electronic fuel injection. Suplai bahan bakar dan udara yang tidak sempurna, biasanya disebabkan oleh kerusakan di sensor Manifold Air Pressure (MAP). 

Apabila mobil yang bekerja dengan pembacaan sensor ini terjadi error, maka akan membuat ECU mengatur ulang pengapian mesin dan memperbanyak debit bahan bakar.

Ketika terjadi kerusakan pada MAP, kamu hanya perlu mengganti sensor yang rusak dengan yang baru. 

  • Banyaknya endapan karbon pada ruang bakar 

Knocking yang terjadi karena kesalahan penggunaan bahan bakar dan munculnya deposit atau endapan karbon.

Dimana, setiap pembakaran yang terjadi, akan menciptakan deposit. Deposit yang mengendap dan menumpuk ruang bakar, akan membuat volume ruang bakar berkurang. Kompresi mesin pun akan meningkat.

Jika sudah begitu, meskipun sudah menggunakan bahan bakar yang oktannya sesuai, tetap saja akan menimbulkan knocking. 

Apalagi masalah deposit atau endapan karbon ini dibiarkan begitu saja, maka permasalahan lainnya juga akan muncul.

Misalnya, membuat mesin lebih cepat panas hingga mengalami overheat. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, kamu harus membersihkan ruang bakar secara rutin.[]