Lifestyle

Kenali Moluskum Kontagiosum, Jerawat Genital yang Dapat Turunkan Kualitas Hidup

Moluskum Kontagiosum merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh poxvirus.


Kenali Moluskum Kontagiosum, Jerawat Genital yang Dapat Turunkan Kualitas Hidup
dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia

AKURAT.CO Penyakit Moluskum Kontagiosum (MK) yang merupakan salah satu jenis penyakit kulit, sampai saat ini belum banyak diketahui masyarakat. Mengenali gejala penyakit ini juga tidak mudah, sehingga deteksi dini sulit dilakukan.

Namun demikian, penyakit yang sering dikenal dengan istilah ‘jerawat genital’ ini akan mengganggu kenyamanan pasiennya dan dalam jangka panjang akan menurunkan kualitas hidup mereka.

Masyarakat diimbau untuk segera konsultasi ke dokter penyakit kulit dan kelamin jika mendapati jerawat yang cepat sekali bertambah banyak, yaitu di sekitar area genital pada orang dewasa dan di sekitar punggung, kaki, tangan dan dada pada anak.

baca juga:

Moluskum Kontagiosum merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh poxvirus. MK menimbulkan benjolan dengan ukuran diameter biasanya kurang dari 0,25 inci dan memiliki titik kecil ditengah benjolannya. Penyakit ini merupakan infeksi virus yang sangat menular dan dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak kulit ke kulit, berbagi pakaian, atau hanya dengan menyentuh benda yang disentuh penderita yang terinfeksi.

dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia dalam Virtual Media Briefing hari ini mengatakan, hingga saat ini belum terdapat data epidemiologi yang akurat untuk penyakit Moluskum Kontagiosum.

"Ada penelitian yang menyatakan insiden MK sebesar 1200-1400 kasus per 100,000 penduduk per tahun di seluruh dunia. Berdasarkan kasus MK yang ditemukan di Klinik Pramudia selama2019 -2020, ditemukan rata-rata sebanyak 2-4 kasus per bulan, baik pada anak maupun dewasa. Ditemukan juga beberapa kasus MK pada penderita HIV selama kurun waktu tersebut. Tidak ditemukan jumlah perbedaan kasus MK pada ras dan jenis kelamin yang berbeda. Penderita MK anak di Klinik Pramudia berusia 2-10 tahun dan usia 20-60 tahun pada kasus dewasa,” jelasnya.

Dalam presentasinya, ia menuturkan, penularan MK terjadi karena kontak langsung pada kulit yang erat dan berulang (seksual maupun non-seksual) serta autoinokulasi pada garukan. Pencegahan terbaik adalah menghindari sumber penularan melalui deteksi dini penderita MK, baik pada anak maupun dewasa.

"Masa inkubasi MK antara 2- 6 bulan. Namun, deteksi dini MK tidaklah mudah. Selain jarang terasa gatal atau hanya gatal ringan, pada umumnya MK tidak memiliki rasa gatal ataupun nyeri. Bentuk klinis dari gejala MK di kulit hampir menyerupai jerawat dan cepat menjadi banyak. Pada anak, MK sering ditemukan di dada, punggung, kaki, tangan, daerah lipatan dan wajah. Sedangkan pada dewasa ditemukan pada genital dan area sekitarnya," paparnya.

MK pada anak merupakan infeksi virus yang menyerang kulit, sedangkan MK pada dewasa dianggap sebagai  penyakit  Infeksi  Menular  Seksual  (IMS).  MK  sering  ditemukan  pada pasien immunocompromise (gangguan sistem imun yang menurun), seperti pada penderita HIV. Untuk mencegah tertularnya dari virus MK, selain menghindari kontak fisik dengan penderita, masyarakat perlu untuk selalu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh, serta selalu menjaga kebersihan.

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first