Lifestyle

Kenali Kekurangan dan Kelebihan Anak Generasi Alfa, Sebelum Terapkan Pola Asuh

Kenali Kekurangan dan Kelebihan Anak Generasi Alfa, Sebelum Terapkan Pola Asuh
Ilustrasi anak-anak generasi alfa (pexels.com/Cottonbro)

AKURAT.CO, Generasi Alfa yang lahir mulai tahun 2010 ini, lahir di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat. 

Psikolog Anak, Samanta Elsener mengatakan, pada awal tahun 2010 lalu ada penelitian yang mengatakan bahwa anak tidak boleh terpapar oleh gadget. 

Akan tetapi, menurut Samanta, ada penelitian terbaru yang mengatakan bahwa anak disarankan mengenal gadget saat umurnya di atas dua tahun sampai lima tahun, dengan pengawasan dan pembatasan waktu. 

baca juga:

"Generasi Alfa adalah anak yang lahir di atas 2010. Penelitian dulu bilang anak-anak nggak boleh gadget. Sekarang, penelitian baru mengatakan anak disarankan untuk diperkenalkan soal gadget dengan pengawasan dan sesuai waktu yang disarankan," ujar Samanta saat ditemui di Thamrin Nine, Jakarta,  Selasa (20/9/2022).

"Pahami dulu Alfa, ini jadi generasi maju dengan karakteristik dia melek teknologi karena dari lahir sudah 'hello gadget'. Menurut tes psikologi, IQ anak-anak alfa juga udah diatas rata rata, mom lebih cepat belajar dan beradpatasi, karena mereka lebih cepat advanced lebih cepat menyelesaikan masalah dan kreatif," katanya.

"Akan tetapi, mereka suka menyendiri karena gadget, menjadi pasif dalam beraktivitas. Oleh karena itu, kita orang tua dorong dengan aktifitas olahraga dan mengakak anak untuk main bareng," lanjutnya.

Orang tua dengan anak generasi alfa juga perlu ingat, karena paparan gadget tanpa pengawasan, anak bisa mengalami speech delay, sensory processing disorder (SPD) hingga menurunnya konsentrasi belajar.

"Generasi Alfa terpapar gadget gak ada pendampingan, bisa alami speech delay gangguan sensorik disorder, turunnya konsentrasi dan motivasi belajar," ucapnya.

Tak hanya itu, kekurangan dari generasi alfa yang tidak jauh dari gadget adalah kurangnya keterampilan sosial. 

Oleh karena itu, Samanta menyarankan orang tua harus hadir melakukan interaksi positif dengan anak, dengan menjawab rasa penasaran sang anak.

" Para orang tua harus hadir sepenuhnya mendampingi anak untuk berinteraksi positif dengan anak untuk menjaga bonding dengan mereka, serta perlu kreatif menciptakan inovasi dalam parenting. Jelaskan pada anak bahwa di dunia bukan kamu sendiri, kita manusia sosial," ungkapnya.

"Anak alfa juga kritis, jika selalu bertanya kenapa, tapi orang tua malas menjawab bahkan membentak anak karena selalu bertanya, maka rasa penasaran bisa menurun, motivasi belajar menurun hingga keterampilan sosial anak juga berkurang," tambannya.[]