Lifestyle

Kenali Kebiasaan yang Memicu Henti Jantung, Salah Satunya Stres

Henti jantung yang dialami anak Nurul Arifin adalah kondisi yang sangat berbahaya. Untuk mencegahnya, hindari kebiasaan berikut ini


Kenali Kebiasaan yang Memicu Henti Jantung, Salah Satunya Stres
Ilustrasi sakit jantung (Freepik)

AKURAT.CO Penyebab anak politisi Golkar sekaligus Artis Senior, Nurul Arifin meninggal dunia diungkap oleh orang tuanya. Anak Nurul Arifin, Maura Magnalia, meninggal dunia pada usia muda.

Maura Magnalia Madyaratri meninggal dunia pada Selasa (25/01) pukul 05.37 WIB. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Nurul Arifin melalui akun Instagram pribadinya yakni @na_nurularifin.

Suami Nurul Arifin, Mayong Suryo Laksono, menuturkan penyebab putrinya meninggal dunia. Dia menyebut Maura mengalami sudden cardiac arrest atau henti jantung mendadak.

baca juga:

Mayong Suryo Laksono juga menjelaskan kondisi terakhir putri sulungnya sebelum tutup usia. Menurutnya, belakangan ini Maura sedang mengalami stres.

"Stres beberapa hari dan begitulah, ternyata ada hal yang tak terdeteksi oleh kita semua," ujar Mayong kepada wartawan di rumah dukanya di kawasan Cinere, Depok yang dikutip pada Kamis (27/01).

Selain itu, Nurul Arifin juga mengatakan kondisi Maura Magnalia disebut sedang di bawah tekanan beberapa waktu terakhir. Pandemi Covid-19 mengakibatkan segala impian dan rencananya berantakan.

"Situasi yang under pressure karena dia tidak bisa menyalurkan bakatnya. Sebelum pandemi kan dia mengajar ekskul di sekolah internasional gitu ya karena hobinya ngajar. Kemudian pas itu dia ambil S2 tuh mau berangkat ke Sydney. Tahunya pandemi dan sekolahnya online sampai dia selesai. Bulan Maret yang akan datang dia akan diwisuda," kata Nurul menambahkan pada kesempatan yang sama.

Henti jantung yang dialami Maura, menurut Nurul, seperti puncak pergolakan emosi yang dialami anaknya. Sekitar pukul 04.30 WIB, Maura ditemukan meninggal di meja makan dalam kondisi tubuhnya sudah dingin.

"Ini akumulasi sampai akhirnya meledak di kepalanya. Detak jantungnya berhenti, padahal sama bapaknya masih ngobrol sampai jam 1 malam," lanjut Nurul Arifin. 

Tak hanya itu, Nurul Arfin mengaku keluarganya memang punya riwayat penyakit jantung. 

“Saya sendiri juga kan sudah operasi jantung ya,” sambung Nurul Arifin.

Nurul Arifin menambahkan, henti jantung juga menjadi penyebab kematian dua saudara Maura. 

“Jadi meninggal waktu tidur, ada dua orang. Jadi memang kasus henti jantung yang dialami anak saya pernah terjadi sebelumnya,” ucap Nurul Arifin.

Pada dasarnya, henti jantung dan serangan jantung berbeda. Orang sering menggunakan istilah ini secara bergantian, padahal henti dan serangan jantung bukan hal yang sama. 

Serangan jantung adalah ketika aliran darah ke jantung tersumbat dan henti jantung mendadak adalah ketika jantung tidak berfungsi dan tiba-tiba berhenti berdetak secara tidak terduga.

Serangan jantung adalah masalah sirkulasi dan henti jantung mendadak adalah masalah kelistrikan. Henti jantung mendadak terjadi secara tiba-tiba dan seringkali tanpa peringatan. Hal ini dipicu oleh kerusakan listrik di jantung yang menyebabkan detak jantung tidak teratur atau aritmia.

Dengan aksi pemompaannya yang terganggu, jantung tidak dapat memompa darah ke otak, paru-paru, dan organ lain. Beberapa detik kemudian, orang kehilangan kesadaran, tidak memiliki denyut nadi. Kematian terjadi dalam beberapa menit jika korban tidak mendapat penanganan, setelah tidak memiliki denyut nadi.

Henti Jantung yang dialami anak Nurul Arifin adalah kondisi yang sangat berbahaya. Henti jantung bukanlah kondisi yang dapat disepelekan. 

Untuk mencegahnya, hindari kebiasaan berikut ini, salah satunya dialami anak Nurul Arifin sebelum meninggal.

Menonton TV

Terlalu lama duduk di depan TV dapat meningkatkan terjadinya penyakit jantung. Sebab, duduk terlalu lama di depan TV akan membuat seseorang menjadi kurang gerak. 

Hal tersebut akan memengaruhi kadar lemak dan gula dalam darah, sehingga akan memicu terjadinya masalah kesehatan pada organ jantung.

Mengalami stres hingga depresi

Jika seseorang sudah dilanda stres, segera cari suatu hal yang dapat meringankan tingkat stres yang dirasakan. Pasalnya, stres dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu terjadinya masalah kesehatan pada jantung. 

Beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi stres yang dialami yaitu dengan yoga, meditasi atau melakukan hobi yang disukai.

Jangan mendengkur saat tidur

Memiliki kebiasaan mendengkur adalah salah satu tanda serius adanya masalah henti napas saat tidur. Henti napas saat tidur akan membuat aliran darah menuju seluruh tubuh menjadi tidak lancar. 

Tak hanya itu, mendengkur juga akan membuat tubuh merasa lelah saat terbangun dan bisa membuat listrik jantung terganggu. 

Tidak pernah berolahraga

Olahraga sebaiknya dilakukan secara teratur guna menjaga dan meningkatkan kesehatan organ jantung. 

Jika belum terbiasa dengan hal yang satu ini, kamu bisa melakukannya dengan intensitas yang ringan terlebih dulu seperti bejalan keliling kompleks rumah. 

Terlalu banyak konsumsi alkohol

Jika makanan dan minuman beralkohol dikonsumsi secara berlebihan, organ jantung juga akan menerima dampak buruknya. 

Alkohol yang dikonsumsi secara rutin dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi, meningkatkan kadar lemak dalam darah dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit pada organ jantung.

Makan berlebihan

Sebaiknya konsumsi makanan dengan gizi seimbang dengan porsi secukupnya. Pasalnya, makan terlalu banyak akan membuat berat badan berlebih yang menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit pada organ jantung, karena adanya penumpukan plak di pembuluh darah.

Kebiasaan merokok

Merokok meningkatkan pembekuan darah, menghambat aliran darah ke jantung, hingga meningkatkan penumpukkan plak di pembuluh darah. Dengan begitu, seseorang akan berisiko tinggi mengidap penyakit pada organ jantung seperti henti jantung.