Lifestyle

Kenali Jenis Kecerdasan Anak, Ini yang Harus Orangtua Lakukan

Ada 8 kecerdasan pada anak dan orangtua harus mengenalinya


Kenali Jenis Kecerdasan Anak, Ini yang Harus Orangtua Lakukan
Ilustrasi anak cerdas spasial bermain lego, membentuk gedung atau benteng (Today's Parent)

AKURAT.CO, Bagi para orangtua, menstimulus anak agar menjadi anak yang cerdas adalah tantangan tersendiri. Seiring perkembangan zaman, kini orangtua harus mulai mengasah kecerdasan majemuk atau multiple intelligence pada si kecil. Konsep kecerdasan majemuk diperkenalkan oleh Dr. Howard Garner, psikolog dari Universitas Harvard dalam bukunya yang berjudul 'The Multiple Intelligence'pada 1993.

Howard Gardner mendefinisikan kecerdasan meajemuk sebagai kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, menciptakan suatu produk yang bernilai dalam suatu budaya. Kecerdasan majemuk mengedepankan bahwa kecerdasan seseorang terdiri dari berbagai bentuk. 

Dengan stimulus yang tepat dalam setiap kecerdasan, maka setiap anak akan mudah untuk melakukan dan mengeksplorasikan kecerdasan mqjemuknya maupun bakat yang sudah mereka miliki.⁣⁣   

Gardner menyebutkan ada 8 kecerdasan pada anak dan kecerdasan tersebut perlu dikembangkan secara maksimal sejak usia dini, agar bermanfaat bagi setiap anak tersebut.⁣⁣⁣⁣ Berikut 8 jenis kercedasan anak, berdasarkan buku 'The Multiple Intelligence' yang harus Ayah dan Bunda ketahui.

Anak Cerdas Berbahasa 

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan berbahasa, mempunyai cara berpikir melalui kata-kata. Salah satu tanda anak cerdas dalam berbahasa, anak memiliki kegemaran seperti membaca, menulis dan bercerita mengenai harinya atau buku yang dia baca. 

Apabila orangtua sudah menyadari kegemaran anak tersebut, Ayah dan Bunda harus memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kecerdasan anak dalam berbahasa. Misalnya membelikan anak buku, menyediakan alat rekam seperti kamera untuk merekam saat anak bercerita, alat tulis, buku harian serta meladeni anak ketika ingin mengobrol. 

Anak Cerdas Matematis-Logis

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan matematis-logis, mempunyai cara berpikir menggunakan nalar atau logika. Salah satu tanda anak cerdas dalam hal matematis atau logika, anak memiliki kegemaran seperti bereksperimen dengan hal baru, selalu bertanya atau menjawab serta berhitung. 

Apabila Ayah dan Bunda sudah menyadari kegemaran anak tersebut, Ayah dan Bunda harus memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kecerdasan anak dalam matematis-logis ini. Misalnya membelikan anak buku, mengajak anak melakukan eksperimen, mengajak anak main teka-teki, serta mengajak anak pergi ke museum lalu jelaskan apa saja yang ada di museum pada anak.

Anak Cerdas Spasial 

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan spasial, pikirannya gampang tertarik saat melihat bangun ruang atau gambar. Salah satu tanda anak cerdas dalam hal spasial, anak memiliki kegemaran bermain lego membentuk sebuah gedung atau rumah, menggamabar atau pada saat balita suka corat-coret buku dan tembok. 

Apabila Ayah dan Bunda sudah menyadari kegemaran anak tersebut, Ayah dan Bunda harus memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kecerdasan spasial ini. Misalnya, melihat video cara membuat suatu lukisan, memberikan permainan lego dan memberikan permainan yang mengasah imajinasi si kecil.

Anak Cerdas Kinestetis Jasmani

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan kinestetis jasmani, pikirannya lebih senang memperintahkan anak melakukan gerakan aktif. Salah satu tanda anak cerdas dalam hal kinestetis jasmani, antara lain anak gampang menirukan gerakan tari, berlari, dan melompat.

Apabila Ayah dan Bunda sudah menyadari kegemaran anak tersebut, Ayah dan Bunda harus memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kecerdasan kinestattis jasmani ini. Misalnya, tidak membatasi anak bergerak seperti mengajak anak olahraga dan menari bersama.

Anak Cerdas Musikal 

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan, gampang tertarik mendengarkan irama dan nada. Salah satu tanda anak cerdas dalam musikal, anak memiliki kegemaran bernyanyi, mudah tertarik dengan alat musik dan saat balita anak suka bersenandung meski liriknya belum jelas.

Apabila Ayah dan Bunda sudah menyadari kegemaran anak tersebut, Ayah dan Bunda harus memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kecerdasan musikal ini. Misalnya mengikutkan anak dalam paduan suara, mengajari menggunakan alat musik yang disukai anak, mengajak anak menonton konser dan bernyanyi bersama.

Anak Cerdas Interpersonal 

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan interpersonal, tertarik berinteraksi dengan teman atau orang asing yang dia lihat. Salah satu tanda anak cerdas dalam hal interpersonal, anatara lain anak senang menjadi pemimpin saat bersama teman-temannya sekaligus mengatur temannya saat bermain bersama dan mengajak mengobrol orang asing yang dia temui / saudara yang jarang dia temui.

Apabila Ayah dan Bunda sudah menyadari kegemaran anak tersebut, Ayah dan Bunda harus memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal ini. Misalnya sering mengajak anak bermain bersana teman-temannya, ajak anak ke acara keluarga besar dan dukung anak saat menjadi ketua kelas.

Anak Cerdas Intrapersonal

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan spasial, justru tertarik berpikir mengenai perasaan seseorang dan terkadang merefleksikan perasaan. Salah satu tanda anak cerdas dalam hal intrapersonal, dia suka mengajak Ayah dan Bunda menyusun tujuan saat jaan-jalan, suka merencanakan sesuatu dan terkadang melamun. Melamunnya ini, dia sambil berpikir mengenai apa yang sedang atau pernah dialihat 

Apabila Ayah dan Bunda sudah menyadari kegemaran anak tersebut, Ayah dan Bunda harus memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kecerdasan intrapersonal ini. Misalnya mempesilahkan anak merencanakan pesta ulang tahunnya / kejutan / rencana liburan sekeluarga. 

Anak Cerdas Naturalis

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan naturalis, gampang tertarik membahas alam dan mahluk hidup. Salah satu tanda anak cerdas dalam hal naturalis, anak memiliki kegemaran suka melihara hewan, bersemangat saat diajak berkebun dan peduli kepada lingkungan. 

Apabila Ayah dan Bunda sudah menyadari kegemaran anak tersebut, Ayah dan Bunda harus memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis ini. Misalnya mengajak anak mendaki gunung, mengajak bercocok tanam dan mengajak anak berlibur ke tempat yang mendektakan anak dengan alam.

Bila kecerdasan majemuknya anak terasah dengan baik. Tentulah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, percaya diri, dan tangguh menghadapi persaingan yang akan dihadapi pada masa mendatang.