Lifestyle

Kenali Gejala dan Penanganan Bronkiektasis, Penyakit Paru yang Jarang Diperhatikan!

Bronkiektasis adalah kondisi dimana dinding bronkus menebal akibat peradangan dan infeksi.


Kenali Gejala dan Penanganan Bronkiektasis, Penyakit Paru yang Jarang Diperhatikan!
Ilustrasi - Mengenal gejala dan penanganan bronkiektasis, penyakit paru yang jarang diperhatikan (Freepik)

AKURAT.CO, Setiap 1 Juli diperingati sebagai Hari Bronkiektasis Sedunia. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang bronkiektasis dan membantu penderita serta orang  lainnya yang belum didiagnosis.

Memang belum ada data epidemiologi yang pasti tentang jumlah pasien bronkiektasis, tetapi diperkirakan ada ratusan ribu kasus di dunia dan ribuan kasus di negara kita, dan diperkirakan angkanya terus meningkat.

"Peringatan oleh organisasi kesehatan paru di berbagai negara termasuk Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran kita tentang penyakit ini. Ini juga merupakan advokasi ke penentu kebijakan publik (Kementerian Kesehatan dll.) agar memberi perhatian pada bronkiektasis, selain penyakit paru lainnya," kata Prof Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan resminya kepada AKURAT.CO, Jumat (1/7/2022). 

baca juga:

Bronkiektasis adalah kondisi kronis di mana dinding bronkus menebal akibat peradangan dan infeksi. Orang dengan bronkiektasis mengalami kesulitan bernapas secara berkala, yang disebut eksaserbasi.

Saat bernapas, udara bergerak di dalam paru-paru melalui saluran udara yang disebut bronkus. Bronkiektasis menggambarkan kondisi ketika dinding bronkus menebal dan rusak secara permanen.

Semakin banyak dinding yang tergores, maka bronkus tidak lagi mampu secara efektif mengalirkan sekresi normal. Hal ini mengakibatkan lendir menjadi menumpuk dan menjadi tempat berkembang biaknya kuman.

Ini menciptakan lingkaran setan peradangan dan infeksi yang akhirnya membentuk kantong saluran napas yang tidak teratur, yang menyebabkan hilangnya fungsi paru-paru dari waktu ke waktu.

Kondisi ini dapat terjadi di seluruh paru-paru atau hanya di saluran udara tertentu. Semakin luas kerusakannya, semakin serius penyakitnya.

"Saat ini sekitar 40 persen kasus bronkiektasis di dunia belum diketahui penyebabnya secara pasti, dan karena itu penelitian harus terus digalakkan, termasuk di negara kita," ujar Prof Tjandra.

Gejala bronkiektasis 

  • Batuk berdahak kental
  • Sesak nafas
  • Nyeri dada
  • Sering radang paru
  • Badan lemah
  • Demam tak jelas penyebabnya
  • Penurunan berat badan 

Prof Tjandra melanjutkan, diagnosis bronkiektasis  dapat dilakukan dengan  pemeriksaan high-resolution computed tomography (CT) scan paru. Sementara itu, ada dua cara untuk menangani bronkiektasis , yaitu :

Airway clearance

Airway clearance atau membersihkan tumpukan lendir di saluran napa  di dalam paru dapat dilakukan dengan fisioterapi, obat dan alat tertentu, aerobik dan minum air yang banyak, Ini akan membuat lendir di paru jadi lebih encer sehingga lebih mudah keluar.

Mencegah infeksi paru 

Pencegahan dan pengobatan infeksi paru juga dapat mengatasi  bronkiektasis. Untuk itu perlu di identifikasi apa penyebab infeksi, bisa bakteri, jamur, mikobakteria dll dan kemudian diberi obat yang sesuai.[]