Lifestyle

Kenali Fungsi Penting Batang Otak, Risiko dan Gejalanya

Batang otak adalah bagian dari sistem saraf pusat yang menghubungkan otak ke sumsum tulang belakang.


Kenali Fungsi Penting Batang Otak, Risiko dan Gejalanya
Ilsutrasi - Bahaya masalah kesehatan pada batang otak (Freepik/Jcomp)

AKURAT.CO,  Istri Ruben Onsu, Sarwendah mengidap penyakit langka di batang otaknya. Menurut penuturan Ruben, penyakit tersebut baru ditemukan pada saat MRI.

Sayangnya Ruben tidak mengungkap detail sakit langka apa yang diidap sang istri.

"Kistanya kemarin sudah di operasi dan berjalan lancar. Dalam proses MRI dan beberapa proses yang lainnya, Sarwendah terkena salah satu penyakit langka, jadi ada penyakit di batang otaknya," kata Ruben Onsu di acara Brownis, dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (18/6/2022).

baca juga:

"Kalau seandainya di batang otak itu juga Sarwendah misalnya dioperasi dan tidak berhasil, itu berbahaya untuk penglihatannya, berbahaya untuk komunikasinya sudah tidak senormal dulu," ujarnya. 

Sarwendah pun sempat dilarikan ke rumah sakit lantaran mengeluh merasakan migrain. Dokter umum dr. Steinley mengungkapkan bahwa kondisi dan stamina Sarwendah Dokter harus benar-benar fit dan baik jika hendak melakukan operasi di batang otaknya. 

"Tindakan operasi pun itu sangat berisiko sekali apabila itu di batang otak jadi kita harus banyak melakukan persiapan terlebih dahulu jadi pasien harus stabil," jelas Dokter Steinley.

Meski Ruben belum mengungkapkan penyakit langka sang istri, yuk kenali dulu pentingnya batang otak dalam kehidupan manusia. 

Bagian-bagian dan lokasi batang otak

Otak memiliki tiga bagian yang bekerja sama. Setiap bagian melakukan pekerjaan tertentu untuk membantu seseorang memproses informasi, bergerak, dan berfungsi. Batang otak adalah salah satu dari tiga bagian ini.

Melansir Cleveland Clinic, batang otak adalah bagian dari sistem saraf pusat yang menghubungkan otak ke sumsum tulang belakang.

Batang otak berada di dekat bagian bawah otak, di bagian belakang tengkorak. Bentuknya seperti tangkai atau batang bunga. Adapun pada orang dewasa dengan ukuran rata-rata, batang otak memiliki panjang sekitar tiga inci.

Batang otak terdiri dari tiga bagian, yaitu : 

  • Otak tengah : bagian atas batang otak sangat penting untuk mengatur gerakan mata.
  • Pons : bagian tengah batang otak mengoordinasikan gerakan wajah, pendengaran, dan keseimbangan.
  • Medulla oblongata : bagian bawah batang otak membantu mengatur pernapasan, irama jantung, tekanan darah, dan menelan.

Batang otak juga berisi  Reticular Activating System (RAS) yang berfungsi sebagai sensor. RAS mengontrol siklus tidur dan bangun, dan juga membantu tetap waspada dan memperhatikan lingkungan sekitar.

Fungsi batang otak

Batang otak membantu mengatur beberapa fungsi tubuh yang terasa "otomatis", termasuk pernapasan dan detak jantung, serta mengontrol keseimbangan, koordinasi, dan refleks. 

Batang otak  juga mengandung 10 dari 12 saraf kranial (saraf yang dimulai di otak ). Saraf ini mengontrol gerakan wajah, sensasi dan rasa.

Masalah pada batang otak

Berikut ini adalah  berbagai macam cedera atau kondisi dapat merusak batang otak.

  • Gumpalan darah yang terkadang menghalangi aliran darah.
  • Tumor otak
  • Ensefalitis atau peradangan di jaringan otak.
  • Serangan jantung (infark miokard)
  • Stroke (gangguan suplai darah di otak). Beberapa subtipe stroke batang otak termasuk sindrom meduler lateral, sindrom Weber (sindrom stroke otak tengah), dan sindrom pontin lateral.
  • Kematian jantung mendadak
  • Cedera otak traumatis (TBI) yang sering kali karena sentakan parah atau pukulan ke kepala, yang memengaruhi fungsi otak.

Gejala masalah pada batang otak

Gangguan atau kondisi tertentu pada batang otak dapat menyebabkan gejala neurologis. Tanda dan gejalanya bisa sangat bervariasi, sesuai dengan area spesifik dan kondisi batang otak yang terpengaruh.

Terkadang, area kerusakan yang sangat kecil dapat menyebabkan gejala yang mendalam. Akan tetapi, secara umum, tanda atau gejala cedera atau kondisi batang otak dapat meliputi:

  • Masalah keseimbangan atau pusing
  • Insomnia atau gangguan lain pada pola tidur yang biasa
  • Mual atau muntah
  • Bicara tidak jelas
  • Gejala stroke
  • Tiba-tiba kesulitan menelan, minum atau makan

Sakit di batang otak dapat memiliki efek yang parah karena area ini mengontrol begitu banyak fungsi paling dasar tubuh.

Jadi, penting untuk segera mendapatkan perawatan jika muncul sejumlah gejala dan mencurigai adanya cedera batang otak.

Semakin cepat kamu mendapatkan perawatan, semakin kecil adanya kerusakan. 

Meski begitu, orang-orang diketahui dapat pulih dari beberapa jenis cedera batang otak.[]