Lifestyle

Kenali 7 Alasan Si Kecil Tak Bisa Tidur di Malam Hari

Kamu menemukan si Kecil merasa gelisah di malam hari, dengan gampang terbangun saat tidur. Berikut alasan-alasan anak tidak bisa tidur di malam hari


Kenali 7 Alasan Si Kecil Tak Bisa Tidur di Malam Hari
Ilustrasi anak tertidur (Unsplash/Annie Spratt)

AKURAT.CO, Tidur malam dengan nyenyak merupakan hal penting bagi kesehatan fisik dan mental Si Kecil. Apalagi, setelah seharian bermain dan belajar di sekolah, mereka benar-benar membutuhkan istirahat yang cukup.

Namun, tak jarang kamu menemukan Si Kecil merasa gelisah di malam hari dengan terus gampang terbangun, bahkan sebagian dari mereka memilih bermain dan menonton telivisi sendirian di malam hari karena tak mau tidur.

Hal itu bisa jadi menunjukkan bahwa anak sedang mengalami masalah dalam tidurnya yakni insonmia, yang mungkin sulit bagi orangtua untuk mengetahuinya.

Jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu tertentu, maka orangtua perlu memerhatikan beberapa alasan mengapa Si Kecil sering tak tenang saat tidur di malam hari.

Berikut alasan-alasan anak tidak bisa tidur di malam hari, yang dilansir Akurat.co dari berbagai sumber.

Posisi tidur

Sering bolak-balik ganti posisi tidur hingga anak tidak bisa tidur, bisa jadi dikarenakan posisi tidur yang buruk. Sebab, beberapa posisi tidur dapat membuat leher dan punggung bagian bawah tegang sehingga menyebabkan ketidaknyaman.

Jenis kasur

Anak-anak harus memiliki kasur yang stabil dan nyaman untuk tidur, karena area tidur yang tidak nyaman dapat menyebabkan posisi tidur yang kurang pas, sehingga anak merasakan gelisah saat tidur di malam hari.

Tak hanya itu, area tidur anak juga harus memiliki sirkulasi udara yang cukup, bersih dan pertahankan suhu sejuk yang tepat untuk tidur.

Kurangnya kenyamanan

Tak hanya posisi dan sola kasur, ketidaknyamanan saat tidur bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk suhu ruangan, kebisingan bahkan cahaya yang masuk dalam ruangan saat tidur.

Kebisingan bisa sangat mengganggu saat tidur, berapapun usia anak. Akan tetapi, kamu sebagai orangtua atau orang dewasa terkadang tidak menyadari hal ini 

Lalu, jika ada banyak cahaya di dalam kamar tidur, hal itu mungkin membuatnya merasa cemas dan akhirnya bergerak untuk mencari kenyamanan, seperti bermain di dalam kamar hingga dirinya lelah.

Kadang-kadang, anak mungkin memiliki keinginan yang kuat untuk buang air kecil, tetapi terlalu lemas untuk bangun, sehingga tidurnya tidak tenang.

Pola makan yang buruk

Sebagai orangtua, mungkin kamu ingin memberi anak-anak coklat atau makanan manis lain sebagai camilan. Tetapi jika dibiasakan, hal ini dapat mengganggu tidurnya.

Sebab, kandungan kafein yang tinggi pada makanan seperti coklat, softdrink bahkan teh, dapat membuat mereka kesulitan tidur dengan nyenyak di malam hari.

Dikutip dari laman Healthline, pola makan yang buruk dapat menyebabkan kekurangan nutrisi yang penting untuk pengembangan hormon tidur. Hal ini pada akhirnya akan mengakibatkan kualitas tidur anak menjadi buruk.

Jadwal tidur yang buruk

Dikutip dari laman Sleep Education, tidur terlalu awal atau terlalu larut dapat mengganggu pola tidur anak. Ini juga mengakibatkan pola tidur menjadi tidak teratur.

Anak-anak harus tidur pada waktu yang sama setiap hari. Oleh karena itu, orangtua harus pikirkan rutinitas tidur yang cocok untuk mereka dan mempertahankan rutinitas ini.

Mungkin, orangtua ingin memberi mereka waktu bebas pada akhir pekan agar dapat menonton TV atau bersantai hingga jam berapa pun, tetapi ini akan memengaruhi pola tidur mereka. 

Stres

Dikutip dari laman Help Guide, anak-anak bisa mengalami stres. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti mendapat perundungan di sekolah, perubahan lingkungan atau bahkan masalah perkataan dari orangtua yang membuat hatinya sedih hingga kepikiran sampai malam hari.

Kondisi demikian bisa membuat anak-anak merasa gugup, cemas dan stres, sehingga mereka sering kurang nyenyak karena otaknya selalu memikirkan kejadian-kejadian yang kurang menyenangkan ini.

Terror malam 

Kemungkinan, anak bolak-balik mencari posisi tidur karena dia mengalami gangguan tidur yang dikenal sebagai teror malam.

Beberapa pemicu terror malam seperti stres, mengonsumsi obat baru, pengalaman buruk atau bahkan perubahan suasana ruangan kamar dan hati, dapat memicu terror malam. 

Sebab, kondisi pemicu ini menimbulkan rasa takut sehingga anak-anak akan terus bergerak untuk mencari kelegaan. Misalnya, anak merasa kamar barunya tidak nyaman karena dia seperti melihat sosok aneh di kamar ini, sehingga anak keluar dari kamar dan menonton tv di ruang santai hingga mengantuk.[]