Lifestyle

Kenali 3 Potensi Anak Jadi Pribadi Narsistik, Apa Saja?

Psikolog Spesialisasi Gangguan Kepribadian, Craig Malkin, membagikan tiga potensi seorang anak kemungkinan menjadi priabdi narsistik saat dewasa.

Kenali 3 Potensi Anak Jadi Pribadi Narsistik, Apa Saja?
Ilustrasi anak narsistik (INSTAGRAM/my.program.baby)

AKURAT.CO  Seorang anak bisa tumbuh menjadi seorang yang narsistik saat dewasa. Meski, seseorang dapat secara resmi didiagnosis dengan gangguan kepribadian narsistik (NPD) saat usianya genap 18 tahun.

Pasalnya, dalam usia tersebut, kepribadian seseorang dianggap telah berkembang sepenuhnya. 

Di laman Insider, Psikolog Spesialisasi Gangguan Kepribadian, Craig Malkin, membagikan tiga potensi seorang anak kemungkinan menjadi priabdi narsistik saat dewasa.

baca juga:

Terlalu melodramatis dibandingkan anak seusianya

Menurut sebuah studi longitudinal yang dilakukan selama 20 tahun terhadap anak-anak prasekolah. Dalam penelitian itu, Malkin menjelaskan, tim mengamati anak-anak mana yang mengembangkan sifat narsistik yang tidak sehat seperti hak yang ekstrem, eksploitatif dan agresi.  

Menurut Malkin, jika kepribadian anak prasekolah dipenuhi dengan banyak melodrama, itu bisa menjadi salah satu tanda potensial diagnosis NPD pada masa depan. 

Sebagian besar anak berusia tiga dan empat tahun memiliki bakat dramatis dan kecenderungan egois, mengingat usia mereka masih muda. 

Akan tetapi, jika seorang anak selalu ingin menjadi pusat perhatian, ingin menang, atau memiliki kecenderungan untuk menggertak orang lain, ini bisa menunjukkan kecenderungan narsisme  tidak sehat.

Pengasuhan terlalu memanjakan

Gaya pengasuhan amat berpengaruh dalam kemungkinan seorang anak mengembangkan narsisme pada kemudian hari. Dalam studi Cramer tentang anak-anak prasekolah, anak-anak yang mengalami pengasuhan otoritatif disebut sebagai yang paling mungkin mengembangkan hubungan aman dan terjamin saat mereka tumbuh dewasa.

Para peneliti menemukan adanya kombinasi faktor penyebab, seperti gaya pengasuhan yang memanjakan atau permisif, genetika, dan temperamen awal kehidupan. Semua itu meningkatkan kemungkinan seorang anak mengembangkan narsisme pada awal usia 20-an

Gaya pengasuhan otoritatomif yang dimaksud adalah kondisi di mana orang tua memegang batasan tegas tetapi juga hadir dan mengasuh. Sebaliknya, anak-anak yang memiliki orang tua yang mengabaikan, memanjakan terus-menerus, atau menuntut kesempurnaan, lebih mungkin menjadi narsistuk di masa dewasa.

Ketika orang tua lalai atau menuntut kesempurnaan sebagai persyaratan untuk perhatian, seorang anak mungkin belajar untuk menginternalisasi pesan bahwa mereka tidak cukup seperti apa adanya.

Itu sebabnya, saat dewasa, mereka mengembangkan rasa penting diri yang berlebihan sebagai mekanisme pertahanan. ini cara orang narsistik.

Sementara, jiika seorang anak terlalu dimanjakan atau diberi tahu bahwa mereka lebih penting atau istimewa daripada teman sebayanya, itu juga dapat menyebabkan narsisme pada masa dewasa. 

Selalu memberi anak apa yang mereka inginkan, bisa menunjukkan bahwa mereka memiliki hak lebih yang menyebabkan rasa superioritas tidak sehat, dan berujung pada pribadi narsistik.

Memiliki pengasuh yang narsistik

Pengasuh yang narsistik memengaruhi cara mereka membesarkan anak. Hal itu dapat meningkatkan risiko anak mengembangkan narsisme. Pasalnya, seorang anak mungkin menangkap perilaku narsisme dan mulai memercayai pemikiran tersebut dan meneladaninya