Lifestyle

Ketahui Penyakit yang Diidap Suami Tasya Kamila, Limforma Hodgkin

Kabar mengejutkan datang dari mantan penyanyi cilik Tasya Kamila. Dia mengabarkan bahwa sang suami, Randi Bachtiar ternyata mengidap Limforma Hodgkin stasium dua


Ketahui Penyakit yang Diidap Suami Tasya Kamila, Limforma Hodgkin
Tasya Kamila dan Randi Bachtiar (Instagram/tasyakamila)

AKURAT.CO, Kabar mengejutkan datang dari mantan penyanyi cilik Tasya Kamila. Dia mengabarkan bahwa sang suami, Randi Bachtiar, ternyata mengidap Limforma Hodgkin stasium dua.

Limfoma Hodgkin adalah salah satu jenis kanker getah bening atau limfoma. Getah bening terdiri atas kelenjar dan pembuluh yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Getah Bening memiliki peran dalam mengontrol sistem kekebalan tubuh.

Pada kasus penyakit limfoma Hodgkin, salah satu jenis sel darah putih atau limfosit yaitu limfosit tipe B menggandakan diri secara abnormal dan menyebabkan limfosit kehilangan fungsinya dalam melawan infeksi, sehingga mengakibatkan penderitanya rentan terhadap infeksi sehingga menjadi kanker.

Gejala limfoma Hodgkin yang paling mudah terdeteksi adalah pembesaran kelenjar getah bening, yaitu munculnya benjolan yang tidak terasa nyeri pada daerah leher, ketiak, atau selangkangan.

Penyakit ini sering menyerang pria di segala usia tapi paling sering menyerang orang berusia 20-40 tahun dan lansia di atas 55 tahun.

Dari dua jenis limfoma yang ada, limfoma tipe Hodgkin merupakan tipe yang dapat disembuhkan. Pengobatan yang dapat dipilih untuk mengatasi kondisi ini antara lain adalah kemoterapi, radioterapi, maupun kombinasi keduanya seperti yang dilakukan Randi Bachtiar.

Perlu diingat, angka kesembuhan pada kanker ini dipengaruhi oleh derajat atau staging limfoma. Apabila limfoma masih di dalam derajat 1-2 dan tidak menyebar ke organ lain, maka kemungkinan untuk sembuh sangat besar bahkan angka kesembuhannya dapat mencapai 92 persen.

Namun, apabila kondisi daya tahan tubuh penderita lemah, derajat limfoma 3-4 dan sudah menyebar ke organ lain, kemungkinan untuk sembuh kecil.

Pengobatan kanker jenis ini akan memerlukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk memantau kondisi pasien dan mendeteksi tanda-tanda kambuhnya kanker. Pemeriksaan juga berguna untuk mengobati efek samping atau komplikasi pengobatan, yang pada kasus terburuk berisiko menjadi kanker jenis lainnya.

Pemeriksaan kesehatan berkala dapat dilakukan mulai dari beberapa minggu sekali hingga beberapa bulan sekali. Jadi bersabarlah karena seiring waktu, frekuensi pemeriksaan bisa berkurang.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co