Ekonomi

Kenaikan dan Penyederhanaan Golongan Cukai Hasil Tembakau 2022: Saat Tepat Pulihkan Kembali Ekonomi

Kenaikan dan Penyederhanaan Golongan Cukai Hasil Tembakau 2022: Saat Tepat Pulihkan Kembali Ekonomi
PKJS UI (ISTIMEWA )

AKURAT.CO Kenaikan dan Penyederhanaan Golongan Cukai Hasil Tembakau 2022: Saat Tepat Pulihkan Kembali Ekonomi dan Kesehatan Bangsa Maka, kenaikan rata-rata 12 persen yang akan berlaku tahun depan, diperkirakan tidak akan berdampak signifikan pada kondisi ekonomi.”

Aryana Satrya, Ketua PKJS UI, menyampaikan paparan hasil penelitiannya.

“Naiknya cukai rokok serta penyederhanaan sistem cukai yang diikuti naiknya HJE bisa memotivasi perokok untuk berhenti merokok, sehingga keuangan rumah tangga untuk pemenuhan gizi keluarga tidak lagi dikorupsi oleh pengeluaran untuk rokok. Keluarga lebih sehat dan angka stunting bisa terus ditekan.”

baca juga:

Beliau menambahkan bahwa dampak konsumsi rokok bersifat multi dimensi. Selain pada kesehatan, rokok juga berdampak buruk pada ekonomi keluarga, termasuk stunting hingga kemiskinan.

Hasil studi PKJS-UI tahun 2020 menunjukkan selain faktor teman sebaya, seorang anak terdorong untuk merokok karena harganya yang murah.

“Kami melihat kenaikan cukai rokok mendukung pencapaian target RPJMN Pemerintah Republik Indonesia tahun 2024 untuk menurunkan prevalensi perokok anak menjadi 8,7 persen, serta menurunkan prevalensi stunting pada usia balita menjadi 19 persen.”

Konferensi pers ini ditutup dengan pernyataan Tulus Abadi, Ketua Harian YLKI yang menyatakan bahwa kenaikan cukai rokok sebesar 12 persen adalah keniscayaan regulasi, yang patut diapresiasi, apalagi disertai dengan simplikasi (penyederhanaan) sistem cukai rokok.

Tulus menambahkan, secara paralel, agar pengendalian rokok dengan instrumen cukai itu benar-benar efektif untuk pengendalian konsumsi, maka harus disertai dengan upaya pengendalian dari sisi pemasaran rokok.

“Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah agar melarang penjualan rokok secara ketengan, atau per batang (single stick sales), sebab penjualan rokok secara ketengan menjadi cara yang paling mudah bagi anak-anak dan remaja untuk membeli rokok."[]