Ekonomi

Kena Hantaman 3 Kali Saat Pandemi, Astra Infra Optimis Bisnis Mulai Pulih

Kena Hantaman 3 Kali Saat Pandemi, Astra Infra Optimis Bisnis Mulai Pulih
Group COO ASTRA Infra Bapak Kris Ade Sudiyono, Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor Bapak Rudy Ardiman, Deputy General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Bapak Rian Erlangga (AKURAT.CO/Leofarhan)

AKURAT.CO Saat ini Astra Infra memiliki 8 konsensi jalan tol yang seluruhnya tersebar di Pulau Jawa. Di antaranya adalah jalan tol ruas Tangerang - Merak, Ulujami – Kebon Jeruk, Kunciran – Serpong, Cikopo – Palimanan, Semarang – Solo, Jombang – Mojokerto, Surabaya – Mojokerto, dan Pandaan – Malang. Panjang seluruh jalan tol yang dimiliki Astra Infra mencapai 396 kilometer (km).

Melihat hal tersebut Group COO Astra Infrastruktur, Kris Ade Sudiyono menyampaikan bahwa hadirnya Astra Infra menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kesenjangan infrastruktur publik di Indonesia.

"Keberadaan Astra Infra sesuai dengan cita-cita pendiri Grup Astra yang ingin perusahaan ini mampu mencari solusi atas masalah kesenjangan infrastruktur publik di Indonesia. Salah satu solusi tersebut adalah menggenjot pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan berbagai daerah di Tanah Air," ucapnya pada saat workshop wartawan Industri di Menara Astra, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

baca juga:

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa selama awal pandemi Covid 19 pada bulan Mei 2020 bisnis jalan tol Astra Infra sempat terperosok cukup dalam sehingga membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk memulihkan kondisi bisnis jalan tol tersebut.

"Kemudian memasuki gelombang kedua Covid 19 di bulan Juli 2021, lagi-lagi kami mengalami penurunan namun proses pemulihannya cukup cepat, yaa kurang lebih 3 bulan untuk memulihkannya," tegasnya.

Dirinya menambahkan, ketika varian omnicorn masuk ke Indonesia pada tahun 2022 awal bisnis kembali terdampak namun tidak terlalu signifikan sehingga proses pemulihanya sangat cepat.

"Nah, sampai saat ini trafik harian rata-rata jalan tol kami 26% lebih tinggi dibandingkan trafik rata-rata di tahun 2019," ucapnya.

Meskipun begitu, tambahnya, mengikuti arahan pemerintah yang berlaku, tarif jalan tol Astra Infra dikabarkan akan berpeluang naik dimana diantaranya adalah ruas tol Tangerang-Merak, Kunciran-Serpong, dan Pejagan-Pemalang. 

"Meskipun begitu, penyesuaian tarif jalan tol masih merupakan kewenangan pemerintah, jadi kami masih menunggu arahan dari mereka," ucapnya.