Ekonomi

Kemnaker Catat Pengaduan Soal THR Tahun 2021 Lebih Tinggi Dari Tahun Sebelumnya

posko THR keagamaan telah menerima  2.897 laporan yang terdiri dari 692 konsultasi dan 2.205 pengaduan THR.


Kemnaker Catat Pengaduan  Soal THR Tahun 2021 Lebih Tinggi Dari Tahun Sebelumnya
Staf Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker RI) menunggu laporan dari masyarakat di Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya di Jakarta, Rabu (28/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan sejak 20 April 2021, hingga 12 Mei 2021 posko THR keagamaan telah menerima  2.897 laporan yang terdiri dari 692 konsultasi dan 2.205 pengaduan THR.

"Dengan melihat aspek validasi dan verfikasi  kelengkapan data, verifikasi  dan duplikasi aduan, maka  diperoleh 977 aduan yang masuk," katanya saat konfrensi pers virtual, Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Jika dibandingkan tahun 2020, Posko pengaduan THR mendapat  683 pengaduan. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan tahun ini sebesar 977 aduan.

"memang diliat lebih besar tahun ini karena waktu kita berikan harus bisa  dipenuhi H-1 lebaran. diliat dari data Disnaker, kami optimis meski  kasus lebih besar namun penyelesain lebih baik," katanya.

Setidaknya ada 5 isu besar dalam pengaduan THR tahun ini yakni, pertama THR untuk pekerja mengundurkan diri. Kemudian kedua, THR untuk pekerja selesai kontrak kerja.

Ketiga THR untuk pekerja yang dirumahkan. Keempat jumlah THR untuk pekerja yang disesuaikan upahnya saat pandemi. Terkahir THR untuk para pekerja yang bermitra, seperti ojek atau taksi online.

Ida juga mencatat ada 4 keluhan utama yang diadukan terkait THR yakni THR yang dicicil, dan THR yang hanya diberikan 50 persen.

Kemudian THR dibayar tidak penuh karena pemotongan gaji,  ada juga jumlahnya tidak dibayarkan 1 bulan gaji dan alasan THR tidak dibayar karena Covid-19.

"atas berbagai pengaduan tersebut, pemerintah telah mengambil langkah-langkah  validasi dan verifikasi informasi tersebut, serta  berkoordinasi dengan Disnaker daerah setempat  dan menurunkan tim pengawasan ketenagakerjaan," katanya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co