News

Kemlu: Lima Awak Kapal WNI Diculik Abu Sayyaf di Perairan Malaysia

Kemlu: Lima Awak Kapal WNI Diculik Abu Sayyaf di Perairan Malaysia
Plt Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah dan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Jose Antonio Morato Tavares saag pres briefing di Kemlu RI, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019). (AKURAT.CO/Muslimin)

AKURAT.CO, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa lima warga negara Indonesia (WNI) telah diculik oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah pada Kamis (16/1/2020) lalu.

 “Kasus hilangnya kapal ikan milik Malaysia yang berawak 8 WNI di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah pd tgl 16 Januari 2020 pukul 20.00 waktu setempat terkonfirmasi sebagai kasus penculikan oleh Kelompok Abu Sayyaf,” kata Plt juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah dalama keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Faizasyiah menyebutkan, konfirmasi didapat ketika kapal ikan dengan nomor registrasi SSK 00543/F terlihat masuk kembali ke perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah dari arah Filipina pada 17 Januari 2020 pukul 21.10 waktu setempat. Di dalam kapal terdapat 3 awak kapal WNI yang dilepaskan penculik dan mengkonfirmasi 5 awak kapal WNI lainnya dibawa kelompok penculik.

baca juga:

“Pemerintah RI sangat menyesalkan berulangnya kasus penculikan awak kapal WNI di kapal ikan Malaysia di wilayah perairan Sabah,” ujarnya.

Pemerintah RI  berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina akan berupaya mencari dan membebaskan kelima awak kapal WNI tersebut.

Untuk mencegah terulangnya kasus penculikan, Pemerintah RI melalui Perwakilan RI di Kota Kinabalu dan Tawau mengimbau awak kapal WNI untuk tidak melaut karena situasi keamanan di perairan Sabah yang belum terjamin.

Pemerintah RI juga mengimbau kepada calon pekerja migran Indonesia untuk berangkat ke luar negeri sesuai prosedur dan untuk saat ini tidak berangkat bekerja sebagai awak kapal yang beroperasi di wilayah perairan Sabah.[]