Ekonomi

Kemitraan UMKM dengan Usaha Besar Sangat Perlu, Ini Manfaat Pentingnya!

Dukungan akses pembiayaan perbankan terhadap UMKM semakin didorong dengan penerbitan ketentuan Bank Indonesia (BI)


Kemitraan UMKM dengan Usaha Besar Sangat Perlu, Ini Manfaat Pentingnya!
Ilustrasi - Sektor UMKM (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Dukungan akses pembiayaan perbankan terhadap UMKM pasalnya semakin didorong dengan penerbitan ketentuan Bank Indonesia (BI). Dimana pendekatan kredit atau pembiayaan secara rantai pasok, dapat menjadi salah satu skema pembiayaan kepada UMKM. 

Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada acara Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) Tahun 2021, secara daring.

Teten Masduki mencontohkan kemitraan UMKM dengan usaha besar, dimana UMKM dapat berperan baik sebagai pemasok, distributor, mitra, dan lainnya.

"BPD sebagai bank dengan mayoritas kepemilikan pemerintah daerah, dapat berperan terutama melalui penyaluran kredit kepada UMKM di wilayah operasi BPD, dengan mengoptimalkan kebijakan, peraturan, ekosistem pendukung yang telah ada, sebagai upaya bersama meningkatkan pemberdayaan UMKM," papar MenKopUKM.

Namun Teten Masduki mengakui kemitraan sebagai salah satu pendekatan UMKM Indonesia terhubung dengan rantai pasok, masih relatif rendah. Sekitar 93 persen UKM belum menjalin kemitraan. 

Teten Masduki menyebutkan beberapa inisiatif atau contoh untuk mendorong kemitraan adalah program piloting KemenkopUKM dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian melalui matchmaking UKM dengan 6 BUMN.

Kemudian, mengalokasikan produk UMKM pada bela pengadaan LKPP dan e-katalog, PaDi atau platform digital untuk mempertemukan UMKM dengan BUMN dalam rangka menjalin peluang UMKM mendapatkan transaksi dan memperoleh pembiayaan. 

"Serta alokasi penyediaan area publik untuk UMK bersama PT Angkasa Pura, PT KAI, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelindo," imbuh MenKopUKM.

Teten Masduki menambahkan, pembiayaan perbankan kepada UMKM menunjukkan perkembangan positif.  Per Oktober 2021 tumbuh 2,97 persen (yoy), walaupun pangsa relatif stabil pada kisaran 19 persen dari total kredit perbankan (per Oktober sebesar 19,74 persen).