Ekonomi

Kemitraan IA-CEPA Bisa Selesaikan Masalah Melonjaknya Harga Daging Sapi

Kemitraan IA-CEPA Bisa Selesaikan Masalah Melonjaknya Harga Daging Sapi
Pedagang daging sapi menunggu pembeli di pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat (3/6/2019). Menurut pedagang memasuki pekan terakhir bulan Ramadhan 1440 H, harga daging sapi masih stabil yaitu Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kg tergantung kualitas, namun harga tersebut diperkirakan akan merangkak naik dan tidak tetap. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Pengamat  Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta mengatakan, pemerintah dapat mengoptimalkan peranan Indonesia Australia-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), untuk mengatasi permasalahan tingginya harga daging sapi di dalam negeri.

"IA-CEPA memberikan akses preferensial ke lebih dari 99 persen produk pertanian Australia yang diimpor Indonesia, sehingga usaha yang menggunakan pakan biji-bijian (misalnya peternakan) dan daging sapi sebagai bahan produksi sekarang bisa mendapatkan kedua-duanya dengan harga yang lebih rendah (DFAT, 2019)," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (4/2/2021).

Untuk pakan, tarif akan dihilangkan untuk sejumlah 500 ribu ton di tahun pertama perjanjian dagang diterapkan dan jumlah ini akan ditingkatkan secara progresif ke lebih dari 775 ribu ton di tahun kesepuluh.

Andree melanjutkan, pembukaan impor biji-bijian untuk pakan ternak melalui IA-CEPA merefleksikan bahwa komoditas sapi potong juga memainkan peran penting dalam perdagangan bilateral.

Daging sapi adalah jenis protein ketiga terbanyak yang dikonsumsi di Indonesia, setelah ayam dan ikan. Pada 2018, dengan tingkat konsumsi 1.98 kg per orang, Indonesia mengkonsumsi sekitar 514 ribu ton daging sapi. Sementara itu produksi nasional kurang dari 500 ribu ton. Menurut data Australian Trade and Investment Commission (Austrade), untuk mencukupi kekurangan  ini Indonesia mengimpor 510.937 ekor sapi potong .

“Kemitraan IA-CEPA memberikan kemudahan berupa pembebasan tarif (dari yang tadinya 5%) untuk 575 ribu ternak di tahun pertama. Volume bebas tarif ini dinaikkan 4 persen  setiap tahun sampai mencapai 700 ribu pada tahun keenam. Untuk daging sapi beku, tarif diturunkan dari 5 persen menjadi 2.5 persen yang kemudian dihapuskan setelah tahun kelima.  Peningkatan volume dan penurunan tarif tentu bisa berkontribusi pada turunnya harga daging sapi di Indonesia,” imbuhnya.

IA-CEPA sendiri akan didukung berbagai program pelatihan dan kemitraan melalui kegiatan AgriFood Partnership yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama rantai pasok pertanian-makanan, salah satunya untuk produk olahan daging. 

Adanya perjanjian dagang yang mengurangi dan bahkan mengeliminasi tarif impor daging merah dalam lima tahun merupakan modal awal yang baik untuk memastikan kesuksesan program poros kekuatan di sektor makanan olahan berbasis daging.

Menurut Menteri Perdagangan M. Lutfi, harga daging sapi Australia saat ini sedang mengalami kenaikan. Harganya saat ini mencapai US$3,8 per kilogram, meningkat dari sebelumnya yang sebesar US$2,5 hingga 2,8 per kilogram.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu