Ekonomi

Perbedaan Kemitraan Dan Waralaba, Berikut Penjelasan Kemendag

Perbedaan Kemitraan Dan Waralaba, Berikut Penjelasan Kemendag
Ilustrasi - Perbedaan Kemitraan dan Waralaba (Pexels)

AKURAT.CO Kedua istilah tentang kemitraan dan waralaba, sering menjadi miskonsepsi di masyarakat. Keduanya memiliki beberapa persamaan dalam suatu skema bisnis.

Tapi tenang, dilansir Akurat.co dari akun Instagram Kementerian Perdagangan (Kemendag), @kemendag, Jumat (20/1/2023), dijelaskan secara gamblang istilah kemitraan dan waralaba tersebut.

"Kawaniaga familiar dengan bentuk usaha Kemitraan dan Waralaba? Dua jenis usaha ini cukup dikenal di Indonesia, lo", tulis pada caption foto.

baca juga:

Perbedaan Kemitraan dan Waralaba

Jika melihat pengertian menurut Kementrian Perdagangan, kemitraan merupakan suatu hubungan kerja sama sebagai mitra yang dilakukan oleh kedua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu.

Kemitraan dilakukan untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling menguntungkan dan membesarkan. Dalam sistem kemitraan sendiri, pastisipasi setiap mitra dapat dibatasi sesuai dengan perjanjian yang ditetapkan.

Sedangkan Waralaba, yaitu bentuk kerja sama antara pemberi waralaba (franshisor) dalam memberikan izin kepada penerima waralaba (franshisee) untuk menggunakan hak intelektual, mulai dari nama, merek dagang, hingga sistem operasi usahanya.

Sebagai gantinya, penerima waralaba diharuskan membayar franchisee fee dan royalty fee. Selain itu, usaha waralaba wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan dan sertifikat merek sebagai bukti Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Kalau kamu, pilih usaha kemitraan atau waralaba?" jelas @kemendag.

Lalu, bagaimana bentuk perjanjian kemitraan dan waralaba?