Ekonomi

Kementerian PUPR Targetkan 100 Persen Akses Air Minum Aman di 2019


 Kementerian PUPR Targetkan 100 Persen Akses Air Minum Aman di 2019
Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di gedung Kementerian PUPR Jakarta, Selasa (6/2). (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sri Hartoyo menuturkan, pihaknya telah menargetkan 100% akses aman air minum bagi seluruh masyarakat Indonesia bisa tercapai pada tahun 2019.

"Ke depan kita juga dihadapkan pada target Sustainable Development Goals (SDG’s) yaitu pada Goal ke-6, yakni menjamin ketersediaan dan keberlanjutan pengelolaan untuk air minum dan sanitasi bagi semua orang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/2).

Dia mengungkapkan, tingginya pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi, yang tidak diimbangi oleh daya dukung lingkungan akan berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas air baku. Saat ini, kebutuhan dukungan air baku untuk air minum sampai dengan 2019 sebesar 128 m3 per detik dan diperkirakan baru akan terpenuhi sekitar 50% pada 2019.

Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa terdapat berbagai tantangan terkait penyediaan air baku yang harus dihadapi. Diantaranya menurunnya kuantitas sumber air baku akibat perubahan iklim global dan penurunan kualitas lingkungan di daerah tangkapan air, ketersediaan sumber air baku yang tidak merata antar wilayah.

Kemudian, adanya konflik kepentingan antar pengguna sumber air baku, serta penurunan kualitas air baku akibat pencemaran sumber air baku. Sri berpendapat, diperlukan kebijakan terkait penyediaan air baku untuk air minum secara berkelanjutan.

"Kebijakan tersebut berupa, meningkatkan konservasi wilayah sungai dan perlindungan sumber air baku, meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan sumber daya air melalui pendekatan berbasis wilayah sungai," tutur dia.

Tak cuma itu, menurutnya diperlukan juga upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan air baku melalui sistem regional, serta meningkatkan kualitas perencanaan dan ketepatan sasaran dukungan penyediaan air baku untuk air minum.

Kegiatan Sinkronisasi Program Penyediaan Air Baku untuk Air Minum ini diharapkan menjadi wadah yang efektif bagi Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk melakukan sinkronisasi perencanaan lingkup kegiatan, sinkronisasi pembiayaan, serta sinkronisasi jadwal pelaksanaan pembangunan, sehingga akan tercapai target utama kegiatan ini yaitu terbangunnya infrastruktur unit air baku yang tepat.

"Kami berharap dengan dukungan penyediaan air baku dari Ditjen SDA dalam pengembangan SPAM, mampu mendorong pemerintah daerah dan PDAM maupun penyelenggara SPAM lainnya di daerah sebagai lokomotif pelayanan air minum di Indonesia," ucapnya.

Dirinya meyakini, pelayanan air minum yang prima bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai di masa mendatang.[]