Ekonomi

Kementerian PUPR Minta REI Tetap Semangat Bangun Rumah

Kementerian PUPR Minta REI Tetap Semangat Bangun Rumah
Suasana pembangunan perumahan di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Berdasarkan survey pasar sekunder yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch (IPW) pada triwulan pertama-2020, pergerakan harga perumahan di pasar sekunder cenderung melambat akibat penyebaran virus Corona (COVID-19). Hal ini diperkirakan akan terus berdampak pada pergerakan harga di triwulan berikutnya. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan meminta para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) untuk tetap bersemangat dalam membangun rumah bagi masyarakat Indonesia.

Berbagai kemudahan perizinan serta dukungan pembiayaan perumahan dari pemerintah diharapkan dapat meningkatkan pembangunan hunian bagi sekaligus membantu pemulihan perekonomian secara nasional dari sektor properti.

“Kami tetap berharap dukungan dari para pengembang perumahan dari REI untuk tetap membangun hunian layak bagi masyarakat di masa pandemi ini,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid lewat keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/3/2021).

baca juga:

Selain itu, REI juga diharapkan melaksanakan kinerja pembangunan perumahan berdasarkan substansi berdasarkan sistem pada undang-undang yang berlaku. Sehingga mampu menunjang capaian Program Sejuta Rumah di seluruh Indonesia.

“Pengembang REI sangat mendukung berbagai pogram perumahan di Indonesia,” terangnya.

Ketua Umum DPP REI Totok Lusida menyatakan, REI siap mendorong capaian Program Sejuta Rumah dengan meningkatkan potensi industri properti dalam negeri.

“Kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah dan pengembang sangat diperlukan saat kondisi sulit seperti ini meningkatkan iklim investasi di sektor properti.

Sebagai informasi, pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian insentif fiskal untuk sektor properti berupa PPN ditanggung pemerintah untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) selama enam bulan mulai Maret hingga Agustus 2021.

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK.010/2021 menyatakan PPN untuk rumah dengan harga jual hingga Rp2 miliar dibebaskan 100 persen dan untuk harga jual Rp2 miliar-Rp5 miliar dikenakan 50 persen.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu