Ekonomi

Kementerian Keuangan Sebut dalam Waktu Dekat Tidak Akan Keluarkan SUN Euro Bond

Kementerian Keuangan Sebut dalam Waktu Dekat Tidak Akan Keluarkan SUN Euro Bond
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (Kemenkeu DJPPR)

AKURAT.CO Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan melakukan penerbitan surat utang dalam bentuk valuta asing, terutama dalam bentuk Euro Bond pada tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman. Euro Bond menurut Luky masih bergejolak terutama di Eropa itu sendiri, sehingga menjadikan nilai tukarnya terhadap rupiah menjadi tertekan.

"Saat ini euro lagi jelek banget. Makanya tahun ini kami tidak menerbitkan euro bond, karena lagi nggak bagus banget," ujar Luky kepada awak media dalam Media Briefing: Update Penyaluran Bansos dan Pembiayaan, Jumat (30/9/2022).

baca juga:

Diketahui nilai tukar euro semakin terpuruk di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Selain karena krisis energi di Eropa akibat konflik Rusia-Ukraina, pairing EUR/USD melemah karena kenaikan Fed Funds Rate dan penguatan pada dolar AS yang merupakan safe haven.

Hingga Juli kemarin, pairing EUR/USD melemah di 1,0029 yang merupakan level terendah sejak Desember 2022 atau hampir 20 tahun. Kurs euro melemah 11,79 persen sejak awal tahun.

Pemerintah Indonesia juga pada tahun 2021 melakukan transaksi penerbitan surat utang negara (SUN) Sustainable Development Goals (SDG) dalam mata uang asing Euro dengan format SEC-Registered Shelf Take-Down.

Adapun SDG bond ini merupakan RIEUR0334 dengan tenor 12 tahun sehingga memiliki jatuh tempo pada 23 Maret 2034 mendatang. Seri ini bernominal EUR 500 juta dengan tingkat kupon dan yield masing-masing 1,30 persen dan 1,351 persen.[]