Lifestyle

Kementerian ESDM Telah Tetapkan 20 Lokasi Warisan Geologi Baru Di Yogyakarta

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan 20 lokasi warisan geologi (geoheritage) baru di Yogyakarta


Kementerian ESDM Telah Tetapkan 20 Lokasi Warisan Geologi Baru Di Yogyakarta
Menteri ESDM, Arifin Tasrif saat memberi sambutan. (AKURAT. CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan 20 lokasi warisan geologi (geoheritage) baru di Yogyakarta yang tersebar di Kabupaten Kulonprogo, Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul, melalui acara penyerahan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 13.K/HK.1/MEM.G/2021 tentang Penetapan Warisan Geologi  Daerah Istimewa Yogyakarta. 

"Yogyakarta memiliki kondisi geologi yang unik and beragam karena terdiri dari bentang alam pegunungan di utara dan pantai di selatan. Hal tersebut terbukti dari berbagai fitur geologi yang diusulkan sebagai Situs Warisan Geologi," ujar Menteri ESDM, Arifin Tasrif,  pada acara penyerahan Kepmen ESDM secara virtual, Yogayakarta, dikutip pada (23/4).

Berdasarkan Kepmen tersebut, ditetapkan 20 lokasi Warisan Geologi dengan pemeringkatan warisan geologi, antara lain sepuluh lokasi ditetapkan sebagai Warisan Geologi Lokal, sembilan lokasi ditetapkan sebagai Warisan Geologi Nasional dan satu lokasi ditetapkan sebagai Warisan Geologi Internasional.

Dua puluh situs warisan geologi tersebut tersebar di Kabupaten Kulon Progo sebanyak lima lokasi, Kabupaten Sleman sebanyak tujuh Lokasi, Kabupaten Bantul sebanyak tiga lokasi, dan Kabupaten Gunungkidul sebanyak lima Lokasi. Adapun rinician lokasi situs warisan geologi tersebut sebagai berikut

  1. Puncak Tebing Kaldera Purba Kendil-Suroloyo, di Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo;
  2. Perbukitan Asal Struktur Geologi Widosari, di Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo;
  3. Formasi Nanggulan Eosen Kalibawang, di Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo;
  4. Goa Kiskendo, di Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo;
  5. Mangan Kliripan-Karangsari, di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo;
  6. Kompleks Perbukitan Intrusi Godean, di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman;
  7. Kompleks Batuan Merapi Tua Turgo-Plawangan Pakem, di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman;
  8. Aliran Piroklastik Bakalan, di Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman;
  9. Tebing Breksi Piroklastik Purba Sambirejo, di Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman;
  10. Rayapan Tanah Ngelepen, di Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman;
  11. Lava Bantal Berbah, di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman;
  12. Batugamping Eosen, di Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman;
  13. Sesar Opak Bukit Mengger, di Kapanewon Jetis dan Pleret, Kabupaten Bantul;
  14. Lava Purba Mangunan, di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul;
  15. Gumuk Pasir Parangtritis, di Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul;
  16. Gunung Ireng Pengkok, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul;
  17. Gunungapi Purba Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul;
  18. Gunung Genthong Gedangsari, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul;
  19. Bioturbasi Kali Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul; dan
  20. Gunungapi Purba Siung-Batur-Wediombo, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Arfin, setelah penetapan 20 lokasi warisan global ini tentu diperlukan upaya pelestarian dan perlindungan. Arifin menambahkan, untuk menunjang pengembangan pendidikan dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar situs 20 lokasi Warisan Geologi tersebut, pemerintah Yogyakarta dapat memanfaatkanntya sebagai objek penelitian, pendidikan kebumian dan pengembangan geowisata.

"Semoga Situs Warisan Geologi yang sudah ditetapkan dapat dikembangkan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan dimanfaatkan untuk laboratorium alam kebumian, penelitian dan pendidikan kebumian, dan pengembangan geowisata yang memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat setempat," kata dia.

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu