Ekonomi

Kementerian BUMN: Pernyataan Faisal Basri Soal Proyek Kereta Cepat, Konyol!

Arya Sinulingga menyayangkan pernyataan Faisal Basri terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikatakan sampai kapanpun akan rugi.


Kementerian BUMN: Pernyataan Faisal Basri Soal Proyek Kereta Cepat, Konyol!
Proyek pembangunan kereta cepat yang sedang dalam tahap pengerjaan di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/9/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyayangkan pernyataan Ekonom Senior Faisal Basri terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. 

"Kita menyayangkan omongan Faisal Basri. Faisal basri tuh salah total, yang mengatakan bahwa sampai kapan pun engga mungkin, sampe kapanpun pasti rugi. Ya mana ada investor mau masuk dengan kondisi nanti rugi. Itukan konyol," tegas Arya dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021)

Arya menyebutkan, dalam pernyataannya ekonom Indef tersebut tidak menggunakan angka sehingga hanya analisa subjektif pribadinya.

"Jadi itu kesalahan besar. Sayang sekali Faisal Basri itu ngomong seperti itu. Itu engga bener," jelas Arya. 

Lebih lanjut ia menuturkan, pihaknya masih meminta publik untuk menunggu cost overrun atau pembengkakan biaya yang saat ini tengah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Tapi secara konservatif, hitungan kita tetap back periodenya untuk equitynya itu ya 40an tahu. Tapi kita belum tau ya ini hitungannya hanya kasar masih. Ini kan mirip-mirip dengan MRT," paparnya. 

Arya juga menyampaikan bahwa hampir di seluruh dunia, investasi di sektor tranpostasi rel seperti railway dan kereta cepat akan kembali dalam jangka waktu yang panjang dan tidak mungkin sebentar. 

"Jadi kalau dikatakan sampai kapanpun akan rugi, itu konyol. Itu faisal basri sangat-sangat konyol. Ya jadi sangat disayangkan, mana ada investor masuk untuk hal-hal yang kalau memang rugi. Engga akan mungkin mau," tegasnya. 

"Jadi saya bisa mengatakan kali ini sangat disayangkan Faisal basri kembali lagi, konyol untuk analisisnya. Tapi yang pasti jangan konyol dan akhirnya menyebarkan berita hoax yang engga bener kepada publik tanpa analisa tanpa data apapun," jelas Arya.