Ekonomi

Kementerian BUMN Gelar Operasi Pasar Murah, Erick Thohir Ungkap Rincian Harganya!

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar pasar murah untuk kedua kalinya di Provinsi Lampung bersama PTPN Group.


Kementerian BUMN Gelar Operasi Pasar Murah, Erick Thohir Ungkap Rincian Harganya!
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana (kanan) memberikan kantong berisi minyak goreng kepada warga saat Operasi Pasar Murah di Lampung, Senin (31/1/2022). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

AKURAT.CO, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar pasar murah untuk kedua kalinya di Provinsi Lampung bersama PTPN Group. Kegiatan pasar murah dipusatkan di halaman Gedung Pertemuan Komplek PTPN VII, Lampung pada Selasa (10/5/2022).

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, operasi pasar murah yang diinisiasi Kementerian BUMN ini sudah digelar sejak awal ramadan. Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, operasi pasar murah yang diinisiasi Kementerian BUMN ini sudah digelar sejak awal ramadhan.

Menurutnya BUMN tak hanya berfungsi sebagai korporasi, melainkan juga menjadi penyeimbang dalam perekonomian Indonesia, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan harga terjangkau. Hal itu dilakukan guna mendorong pemerataan dan keseimbangan pasar.

baca juga:

"Alhamdulillah, saya dengan Pak Gubernur dan PTPN ini mungkin sudah kedua kali, kita ingin membantu kebutuhan masyarakat untuk mendapat akses bahan pangan seperti hari ini minyak goreng (migor) dan gula yang harganya di bawah harga pasar," kata Erick Thohir pada keterangan tertulis, Rabu (18/5/2022).

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyediakan minyak goreng dan bahan pokok dengan harga terjangkau. Rinciannya, Rp3.000 liter minyak goreng Nusakita dengan harga Rp19.000 per liter, gula pasir Nusakita dengan harga Rp11.000 per kg dan 250 kg beras yang dijual dengan harga Rp15.000 untuk 2,5 kg.

Lebih lanjut, operasi pasar merupakan bentuk intervensi BUMN dalam menjaga keseimbangan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Tentu, ia dan BUMN tidak bisa sendirian, melainkan membutuhkan peranan swasta.

Pasalnya, produksi migor BUMN hanya empat persen dan sisanya berasal dari swasta. Sementara untuk gula, produksi BUMN relatif lebih besar mencapai 45 persen.

"Hari ini (operasi pasar) masih yang kemasan tapi yang kemasan saja bedanya sama harga pasar Rp6.000, angka luar biasa. Kalau BUMN hanya kejar keuntungan kita tidak jualnya Rp19.000 tapi Rp24.500. Untuk gula lebih murah Rp2.500, kalau kejar keuntungan kita jualnya hanya lebih murah 500 perak," jelas Menteri BUMN.

Operasi pasar tersebut menjadi bukti nyata sinergitas Kementerian BUMN dengan pemda yang selalu bersinergi melakukan intervensi saat pasar tidak seimbang. Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat tidak mendapat kebutuhan pangan secara maksimal.

"Kegiatan seperti ini sudah sering kita lakukan, contoh saat harga masker mahal, Rp100.000, kita juga operasi pasar Rp5.000-an lewat Kimia Farma. Untuk bahan pangan seperti minyak goreng dan gula, kita menugaskan PTPN seimbangkan harga yang sekarang sedang naik," tambahnya.[]