Ekonomi

Kementan Siapkan Prosedur Penyediaan Hewan Kurban

Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan prosedur penyediaan hewan kurban sejak 14 hari sebelum Idul Adha (H-14).


Kementan Siapkan Prosedur Penyediaan Hewan Kurban
Petani memberi pakan ternak sapi di Peternakan Rumah Potong Hewan Ciroyom, Bandung, Jawa Barat, Senin (16/4). Kementerian Pertanian menargetkan populasi sapi nasional mencapai 33 juta ekor pada 2022, atau dua kali lipat lebih banyak dibandingkan populasi sapi pada 2017 yang mencapai 16.5 juta ekor. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/kye/18)

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan prosedur penyediaan hewan kurban sejak 14 hari sebelum Idul Adha (H-14). Hal tersebut untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan dari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang mewabah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan masa 14 hari sebelum hari H (Idul Adha) sesuai masa inkubasi dari virus penyebab PMK.

"Pada H-14 saat itu semua hewan yang mau dipotong sudah dalam register dan perlakuan-perlakuan kesehatan hewan sesuai prosedur," Kata Syahrul di Jakarta, kemarin.

Kementrian Pertanian menyiapkan 1,7 juta hewan kurban untuk kebutuhan Idul Adha, melebihi kebutuhan tahun lalu 1,6 juta ekor. Kementan juga telah memetakan wilayah-wilayah yang aman dari penyebaran PMK sebagai sumber hewan kurban.

"Menghadapi Idul Adha kita sudah siapkan kebutuhan yang tahun lalu itu 1,6 juta lebih, sekarang kita sudah siapkan 1,7 juta. Kita sudah membuat mapping di mana daerah yang bisa diambil, dan tentu daerah yang bisa diambil daerah hijau," tambah Syahrul.

Mentan juga menyampaikan pihaknya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pedagang hewan qurban dan peternak untuk mengenali PMK. Mentan mengimbau agar masyarakat, pedagang, dan peternak untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan.

Syahrul menyarankan untuk sementara tidak mengonsumsi bagian-bagian hewan ternak yang rentan terkontaminasi virus penyebab PMK seperti kaki, lidah, cingur atau bibir, dan organ dalam. Sementara untuk dagingnya aman dikonsumsi dengan cara dimasak hingga matang.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi