News

Kementan Patut Diapresiasi Karena Berhasil Jaga Pemenuhan Stok Pangan di Tengah Pandemi COVID-19


Kementan Patut Diapresiasi Karena Berhasil Jaga Pemenuhan Stok Pangan di Tengah Pandemi COVID-19
Petani memanen sayuran jenis bayam di kawasan Ujung Menteng, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2019). Petani mengaku produksi sayur mayur anjlok sekitar 50 persen saat memasuki pancaroba beberapa pekan terakhir. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Ketersediaan bahan pangan di tengah pandemi corona seperti ini menjadi sangat penting untuk dijamin stabilitasnya. Para petani dituntut harus tetap produktif dan dijaga angka kesejahteraannya.

Hal ini tentu akan berpengaruh untuk memberikan produksi komoditas yang cukup guna memenuhi stok pangan.

Dalam hal ini, pengamat bidang pertanian Universitas Tanjungpura, Radian, menilai upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) merangkul petani untuk kepentingan pangan nasional pada kondisi pandemi telah cukup baik.

"Bukti paling sederhananya dapat ditelusuri dari stok pangan yang dipastikan aman oleh Kementan dalam situasi krisis sekarang. Bahkan, hingga Lebaran semua masih terkendali bahan pangan," kata Radian dalam keterangan yang diterima, Jumat (22/5/2020).

Menurutnya, rencana pemberian insentif ke petani merupakan kebijakan yang harus diapresiasi dari Kementan.

"Hal ini agar para petani tetap produktif serta tak mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi," ujarnya.

Seperti diketahui, beragam cara dilakukan Kementan berkolaborasi dengan petani demi memastikan stok pangan tetap aman pada situasi krisis di tengah COVID-19. Seperti, masifnya distribusi alat mesin pertanian (alsintan) agar petani dapat memacu tingkat produktivitas pangan.

Selain itu juga, percepatan masa tanam sehingga mengantisipasi kekurangan stok pangan.

Kementan juga menurunkan Penyuluh untuk mendamping petani melaksanakan program padat karya dengan harapan petani mempunyai keahlian meningkatkan hasil tanamnya dan mengantisipasi kegagalan.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co