Ekonomi

Kementan Genjot Produktivitas dengan Media Penyuluhan Pertanian Canggih

Mentan berharap inovasi teknologi revolusi industri 4.0 dapat menarik minat generasi muda


Kementan Genjot Produktivitas dengan Media Penyuluhan Pertanian Canggih
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nusyamsi (Dokumen)

AKURAT.CO Di era teknologi informasi, penyuluh dituntut mampu menguasai akses komunikasi digital dan mengembangkannya kepada petani, baik secara verbal maupun secara visual. Penyuluh Pertanian juga harus paham sistem agribisnis, di antaranya memahami apa yang dibutuhkan pasar.

Dan hal ini menjadi titik tolak bagaimana mengembangkan materi penyuluhan untuk mendampingi petani. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengharapkan inovasi teknologi revolusi industri 4.0 dapat menarik minat generasi muda. Khususnya untuk menumbuh kembangkan sektor pertanian dan dengan seiringnya berjalannya waktu lebih mencintai pertanian dan mau berusahatani di sektor pertanian. 

"Tantangan petani dalam merespons pertanian 4.0 adalah peralatan pertanian analog, keterampilan memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi di pedesaan. Selain itu keamanan data pertanian, manajemen big data dan integrasi data aplikasi pertanian juga merupakan tantangan. Tantangan yang akan menjadi peluang dengan menerapkan teknologi digitalisasi di sektor pertanian", ujar Mentan SYL. 

Mentan menambahkan, saat ini agenda utama pertanian era 4.0 adalah transformasi digital sektor pertanian serta pengembangannya dengan memanfaatkan teknologi digital bidang pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, dalam acara Ngobrol Asyik (Ngobras) penyuluhan Volume 27, Selasa (19/10/2021), dengan tegas mengatakan bahwa tugas utama seorang penyuluh pertanian adalah menggenjot produktivitas. 

"Bagaimana caranya agar para petani, para praktisi pertanian mengimplementasikan inovasi teknologi sedemikian rupa sehinggga produktivitas meningkat, kualitas meningkat, kuantitas terjamin dan itu tugas utama seorang penyuluh pertanian," katanya.

Menurutnya, dulu ada sistem Latihan, Kunjungan dan Supervisi (LAKUSUSI), namun saat ini sistem tersebut belum cukup dan LAKUSUSI harus mengikuti perkembangan jaman dan teknologi informasi. 

"LAKUSUSI perlu dilengkapi dengan berbagai macam teknologi informasi, karena inovasi teknologi berkembang begitu cepat," ujarnya.

Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa saat ini kita dapat berkomunikasi melalui audio dan visual yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Saat ini bisa vidcal, zoom, dulu hanya rekaman saja dengan harga yang sangat mahal dan teknisnya susah. 

"Semuanya itu merupakan perkembangan teknologi informasi yang sangat luar biasa yang semuanya merupakan perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) atau era 4.0. dan para penyuluh harus memanfaatkannya," katanya. 

Dedi Nursyamsi sangat mengapresiasi narsum Ngobras edisi kali ini yang menginisiasi metode penyuluhan dengan memanfaatkan IoT, inovasi teknologi yang adalah utamanya adalah komunikasi berbasis teknolgi modern. 

"Saya berharap kepada semua penyuluh yang ada di seluruh Indonesia untuk mempercepat petani menggenjot produktivitas dengan memanfaatkan sarana IT dengan optimal," katanya.

Sedangkan Narasumber Ngobras, Tomiri, Penyuluh Pertanian Kabupaten Rokanhilir, melalui studio mininya 'Info Pak Tani', menjelaskan jika dahulu media penyuluhan yang menjadi andalan dengan ceramah tatap muka sekarang dapat dilakukan dengan berbagai media online dan media cetak. 

"Saat ini media penyuluhan sudah bisa memanfaatkan multi media dengan memanfaatkan dan mengadopsi teknologi-teknologi yang sudah ada dan penyuluh harus bisa. Namun dunia digital tidak bisa menggantikan peran penyuluh pertanian di lapangan, karena para petani sejatinya butuh perhatian dan keberadaan penyuluh pertanian," ujar Tomiri.

Tomiri menambahkan agar kita bisa mengkolaborasikan antara generasi milenial dan kolonial, diantaranya dengan memanfaatkan media sosial dan media cetak sehingga menjadi media penyuluhan yang kekinian. 

Media-media tersebut adalah youtube, facebook, blog pribadi, buku, tabloid, koran dllnya. Semua itu butuh kreativitas yang tinggi, sehingga semua pesan yang akan disampaikan kepada petani tercapai.

Saat ini Tomiri melakukan media penyuluhan melalui video Info Pak Tani Rokan Hilir yang dapat diakses melalui kanal Youtube, yang dapat digunakan sebagai informasi bertani oleh para petani. 

"Gunakan dan manfaatkan aplikasi-aplikasi pendukung agar hasilnya lebih maksimal, saran Tomiri. Selain itu kita jg hrs punya team work yang solid dan berkolaborasi dengan mitra lainnya untuk melakukan penyuluhan agar petani lebih bersemangat," katanya.

"Sebagai penunjang karakter di lapangan, maka ada Standar, Operasional, Prosedur (SOP) karena Penyuluh Pertanian adalah sebagai teladan petani perlu seragam yang khusus misalnya sepatu boat, baju dan topi khusus lapangan," sambung Tomiri.[TIM]