Ekonomi

Kementan Dorong Pemanfaatan Eco Enzim untuk Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia

Eco enzim adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah atau sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu) dan air


Kementan Dorong Pemanfaatan Eco Enzim untuk Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia
Ilustrasi petani (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Kementerian Pertanian terus melakukan inovasi di bidang pertanian. Hal ini dilakukan agar Indonesia memiliki ketahanan dan kemandirian pangan. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah eco enzim, yaitu hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah atau sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu) dan air. 

Eco enzim memiliki warna coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Sedangkan komposisi sampah sebanyak 54% berasal dari sampah organik.

Manfaat eco enzim untuk pertanian yaitu sebagai filter udara, herbisida dan pestisida alami, menurunkan asap dalam ruangan, filter air, pupuk alami untuk tanaman dan menurunkan efek rumah kaca.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus mendorong insan pertanian dalam melakukan inovasi dibidang pertanian. 

Karena sektor pertanian memiliki keunggulan yang banyak, diharapkan para petani dan penyuluh terus berinovasi dan meningkatkan kreativitas menuju pertanian maju, mandiri dan modern.

Mentan selalu mengingatkan kepada petani agar tidak terlalu bergantung pada pupuk buatan. Karena pupuk buatan berpeluang mengikis biaya operasional bercocok tanam. 

“Dengan adanya pemanfaatan eco enzim, maka dapat mengurangi ketergantungan petani akan pupuk kimia,” ujar Mentan SYL.

Pada Acara Ngobrol Asik (Ngobras) Volume 17, Selasa (27/7/2021), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan Eco enzim bisa dimanfaatkan sebagai pestisida alami dan juga sebagai pupuk organik dan bio fertilizer. 

"Dengan menggunakan eco enzim, maka akan menurunkan kebutuhan pupuk kimia di lapangan serta dapat menggenjot produktivitas pertanian. Kita genjot produktivitas pertanian dengan menggunakan eco enzim dan jangan lupa inovasinya diimplementasikan di lapangan,” tegas Dedi.

Chairel Malelak, Penyuluh Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara, selaku narasumber dalam acara Ngobras, menjelaskan tentang cara pengaplikasian eco enzim pada lahan sawah sebagai pupuk. Caranya yaitu dengan menumpahkan eco enzim ke pengairan sawah. 

Secara detail Chairel menjelaskan, bahwa eco enzim juga bisa dijadikan kompos dengan bahan-bahan kohe ayam 10 karung, daun gamal 3 karung, daun rumput bunga putih/cromolema 3 karung, batang pisang 1 karung, sekam padi 5 karung, eco enzim murni 1 botol, molase 1 botol dan air. Sedangkan alat-alat yang digunakan diantaranya sekop 2 buah, ember 2 buah, terpal 4 x 6 1 buah dan gembor 1 buah. 

Sedangkan manfaat eco enzim untuk keperluan rumah tangga diantaranya adalah merendam sayur, menghilangkan pestisida, herbisida, bahan logam dan sel parasit. 

"Segudang manfaat eco enzim lainnya yaitu dapat menghilangkan zat lilin pada buah-buahan, menghilangkan kutu beras, membersihkan lantai dan dinding kamar mandi, juga untuk mengepel lantai sehingga serangga tidak ada," terang Chairel.[TIM]