News

Kemensos Ungkap Ada Bau Telur Busuk dan Tepung di Lokasi Penimbunan Bansos Beras

Tim Kemensos rupanya menemukan ada timbunan lain selain beras. Temuan teranyar itu menyingkap fakta bansos yang ditimbun perlu mendapat perhatian serius.

Kemensos Ungkap Ada Bau Telur Busuk dan Tepung di Lokasi Penimbunan Bansos Beras
Irjen Kemensos (Screenshot video youtube)

AKURAT.CO Tim pemantauan timbunan beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) menemukan fakta baru dari lokasi timbunan beras bantuan di Depok. 

Di lokasi, tim Kemensos rupanya menemukan ada timbunan lain selain beras. Temuan teranyar itu menyingkap fakta bahwa bansos yang ditimbun itu perlu mendapat perhatian serius.

"Saya baru dari Depok di lokasi penimbunan. Jadi kondisi yang saya datangi tadi itu bau sekali, bau telur busuk. Jadi kalau dilihat dari kondisi yang ada ini sebenarnya bukan bantuan beras saja, tapi ada tepung, ada telur," kata Inspektur Jenderal Kemensos Dadang Iskandar dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/8/2022) sore.

baca juga:

Dia juga telah mencocokkan kemasan bansos yang ditemukan di lapangan dengan kemasan bansos yang berasal dari Kemensos. Dari hasil pencocokan kemasan itu diketahui bahwa timbunan beras, terigu dan telur itu bukan bantuan dari Presiden yang disalurkan melalui Kemensos. 

"Nah tadi akhirnya kami mencocokkan terkait dengan bantuan beras itu sendiri terutama karung beras memang ada 20 kilogram, ada 5 kilogram seingat kami bantuan itu diluncurkan. Untuk beras 20 kilogram itu ada tulisan Beras Bantuan Presiden melalui Kemensos. Ada stiker bantuan Presiden melalui Kemensos. Nah ini yang coba kami tandai di lapangan," ujarnya. 

Upaya mengidentifikasi itu dilakukan untuk menjawab pertanyaan publik soal pemilik atau sumber bansos. Dia lagi-lagi menegaskan bahwa beras bansos yang ditimbun itu bukan bantuan dari presiden yang disalurkan melalui Kemensos. 

"Tadi (kemarin) pada saat di lapangan kami juga foto juga, kami tidak menemukan itu jadi diduga nah itu yang kami lakukan dari kemarin sampai tadi pagi," ujarnya. 

Pihaknya juga telah meminta keterangan pihak Bulog. Dari hasil pemeriksaan terhadap pihak Bulog itu diketahui bahwa pengiriman beras bantuan itu dikerjasamakan dengan pihak Store Sains Indonesia (SSI). 

"Dan ternyata SSE itu sendiri melakukan kerjasama dengan pihak JNE. Nah ini yang sedang kita lakukan penelusuran kembali tapi untuk jenis bantuan itu sendiri sebenarnya kalau dilihat dari kondisi yang ada yang kami lakukan pada saat kita lakukan dulu ini sudah berlabel ada bantuan Presiden melalui Kementerian Sosial tadi, tidak ditemukan," ungkapnya. []