News

Kemensos Buka Aduan Sanggahan Masyarakat yang Identitasnya Terhapus dari Data Penerima Bansos

Kementerian Sosial (Kemensos) masih membuka peluang sanggahan bagi masyarakat yang identitasnya di hapus dari daftar penerima Bansos yang dinonaktifkan selama penyisiran data ganda dilakukan.


Kemensos Buka Aduan Sanggahan Masyarakat yang Identitasnya Terhapus dari Data Penerima Bansos
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kementerian Sosial (Kemensos) masih membuka peluang sanggahan bagi masyarakat yang identitasnya di hapus dari daftar penerima Bansos yang dinonaktifkan selama penyisiran data ganda dilakukan.

Peluang untuk menyanggah itu masih terbuka lebar selama memenuhi unsur kepantasan sebagai calon penerima Bansos. 

Meski begitu, sanggahan juga tidak serta merta langsung dikabulkan. Sanggahan akan diproses lagi melalui verifikasi dan validasi pemerintah daerah. Proses verifikasi itu akan sangat menentukan.

Sebab, dalam proses verifikasi itu akan diputuskan kelayakan atau tidak layaknya penerima Bansos. Proses verifikasi itu, disebut-sebut merupakan upaya untuk tetap menjaga integritas data. 

"Apabila terdapat sanggahan, Kemensos dapat mengundang perguruan tinggi untuk melakukan proses pengendalian mutu," kata Mensos Tri Rismaharini dalam siaran persnya, Kamis (22/4/2021).

Dia mengungkapkan, masukan perguruan tinggi akan menjadi pertimbangan Kemensos dalam memutuskan kepantasan kepesertaan dalam program bantuan sosial.

Informasi terkait bantuan sosial yang diselenggarakan Kementerian Sosial baik PKH, BPNT, dan BST dapat diakses melalui situs resmi Kemensos pada kemensos.go.id.

Sebelumnya diberitakan, Kemensos telah menonaktifkan lebih dari 21 juta sata ganda penerima Bansoa di seluruh Indonesia. Penyisiran akan terus dilakukan sehingga data penerima Bansos akan terjaga dan berintegritas. Penyisiran itu juga diharapkan akan sepadan dengan data yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri. 

Kedepan, perbaikan data dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan dilakukan sebulan sekali. Sehingga data penerima Bansos terupdate secara berkala dan terus menerus. Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi data ganda calon penerima Bansos dari pemerintah. 

 

 

 

 

 

 

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu