Olahraga

Kemenpora Klaim Tahan Bonus Panitia Asian Games karena Berhati-hati

Kemenpora Klaim Tahan Bonus Panitia Asian Games karena Berhati-hati
Refleksi Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/8/2019). Usai digunakan sebagai hunian atlet saat perhelatan olahraga Asian Games 2018 lalu, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta direncanakan akan digunakan untuk rumah dinas Aparatur Sipil Negara (ASN). Perubahan peruntukan itu lantaran masih kurangnya ketersediaan hunian rumah dinas yang bisa dimanfaatkan para abdi negara tersebut. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Dua tahun setelah kesuksesan Asian Games Jakarta-Palembang 2018, masalah “klasik” muncul kembali. Kementerian Pemuda dan Olahraga diklaim belum membayar bonus panitia Asian Games dengan nilai mencapai Rp12 miliar.

Sebagaimana dikabarkan Antara, Sabtu (11/7), bonus tersebut menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR dengan Ikatan Keluarga Panitia Pelaksana Asian Games 2019, beberapa waktu lalu.

Dari jumlah Rp12 miliar, sebagian bonus tersebut merupakan jatah 240 orang panitia periode kerja Januari–Agustus 2016. Juga bonus dua kali gaji untuk 700 orang panitia yang sampai saat ini masih belum dilunasi.

baca juga:

Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewabroto, tak membantah hal tersebut. Namun, ia beralasan bahwa dana itu masih tertahan karena laporan yang masuk ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menerima jumlah yang berbeda berdasarkan dokumen Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc).

“Tapi waktu yang di-review BPKP, yang berhak menerima hanya Rp6 miliar kurang, kenapa begitu? Dokumen yang diserahkan BPKP itu enggak lengkap. Kalau lengkap bisa Rp12 miliar bisa dicairkan semua, yang kurang ada dokumen tertentu yang signifikan,” kata Gatot di Jakarta, Sabtu (11/7).

“Bukan maksud kami menahan, tapi kami hati-hati sekali, jangan sampai kami mencairkan tidak tahunya di belakang hari menjadi temuan.”

Untuk menjelaskan masalah ini, Komisi X berencana memanggil Kemenpora dan Inasgoc. Belum dijadwalkan kapan rapat akan digelar.[]