Ekonomi

Kemenperin: Produksi GeNoSe C19 Bukti Program Link and Match Berjalan Mulus

Link and match dengan konsorsium pengembang GeNoSe C19 berawal dari hubungan baik antara sekolah-sekolah Kemenperin dan industri


Kemenperin: Produksi GeNoSe C19 Bukti Program Link and Match Berjalan Mulus
Penumpang kereta saat mengikuti tes GeNose C19 di Stasiun Kereta Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Arus Gunawan mengatakan kolaborasi perakitan GeNoSe C19 yang terjalin antara Sekolah Menengah Kejuruan - Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) (SMK-SMTI) Yogyakarta dan konsorsium pengembang GeNoSe C19 membuktikan program link and match antara sekolah dan industri berjalan baik.

“Kerja sama ini merupakan contoh nyata link and match antara unit pendidikan dengan industri dalam bentuk pengembangan teaching factory,” kata Arus lewat keterangannya diterima di Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Ia menyampaikan link and match dengan konsorsium pengembang GeNoSe C19 berawal dari hubungan baik antara sekolah-sekolah Kemenperin dan industri yang sudah terjalin sejak lama.

"Hal itu berkat penyelenggaraan program vokasi yang merupakan hasil kolaborasi langsung dengan industri," jelas Arus dilansir dari Antara.

Adapun kolaborasi yang dimaksud meliputi proses penyusunan kurikulum, rekruitmen, implementasi pendidikan sistem ganda, serta kolaborasi dalam transformasi teknologi Industri 4.0, termasuk di dalamnya penerapan kurikulum Industri 4.0 yang sudah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perindustrian Nomor: 1532 Tahun 2019 tentang Kurikulum Industri 4.0 pada Pendidikan Vokasi Industri di Lingkungan Kemenperin.

"Dengan adanya link and match antara sekolah vokasi dan industri, peran industri dalam penyusunan kurikulum, penyediaan tempat praktik kerja industri (prakerin), penyerapan lulusan dapat semakin optimal," tuturnya.

Menurut Arus, sejak 2017 BPSDMI Kemenperin telah memfasilitasi program pendidikan vokasi yang link and match antara 2.615 SMK dengan 856 Industri di seluruh Indonesia.

Kepala Sekolah SMK -SMTI Yogyakarta Rr Ening Kaekasiwi menambahkan kolaborasi perakitan GeNoSe 19 tersebut melibatkan 60 orang siswa-siswi yang terbagi dalam dua jam kerja. Dalam satu jam kerja terdiri dari 30 orang.

“Mereka dilatih bekerja selama tiga hingga empat jam dalam sehari dalam satu shift, selama lima hari dalam seminggu dengan diawasi oleh PT Steqhoq Robotika Indonesia Bersama dan guru-guru dari SMK SMTI Yogyakarta," jelasnya.

Sumber: Antara