Ekonomi

Kemenperin Pamer 14.125 IKM Sudah Digital dan Gabung Marketplace Terkemuka

Kemenperin mencatat setidaknya dari pelatihan tersebut sebanyak 14.125 IKM sudah on boarding ke platform digital.


Kemenperin Pamer 14.125 IKM Sudah Digital dan Gabung Marketplace Terkemuka
Dirjen Industri Kecil Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita saat dalam diskusi yang diadakan oleh Kemenkominfo dan Kemenperin pada Senin (20/6/2022). (Akurat.co/Leofarhan)

AKURAT.CO, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita  mengatakan bahwa pihaknya telah melatih 22.515 Industri Kecil Menengah (IKM) melalui program e-smart IKM.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah agar para pelaku IKM menguasai teknologi e-business. Kemenperin mencatat setidaknya dari pelatihan tersebut sebanyak 14.125 IKM sudah on boarding ke platform digital.

Selain itu, Reni juga menjelaskan, program E-smart IKM sebetulnya telah berlangsung sejak 2017. Program tersebut membantu IKM agar bisa mengelola pemasaran mereka hingga bisa menyentuh sistem pembukuan secara digital.

baca juga:

“Nah ini yang sudah di IKM yang sudah masuk ke literasi digital itu sejumlah 22.515 IKM dan yang sudah boarding sekitar 14.125 IKM dengan kita menggandeng beberapa marketplace yang ada,” kata Reni dalam diskusi yang diadakan oleh Kemenkominfo dan Kemenperin pada Senin (20/6/2022).

Program E-smart IKM yang dikembangkan oleh Dirjen IKMA ini dijadikan pintu masuk bagi IKM untuk onboarding. Hal itu dilakukan, supaya Kemenperin mudah mengumpulkan, dan mengelola data IKM-IKM yang ada di Indonesia.

“Jadi untuk kami melakukan pembinaan untuk kami menjamin kualitas, produksinya termasuk fasilitas yang ada di kementerian perindustrian syaratnya adalah IKM tersebut harus ada di data e-smart IKM kami,” jelasnya.

Sebab e-smart IKM ini sesuai dengan program making Indonesia 4.0, salah satunya adalah pemberdayaan supaya IKM melek teknologi, dan agar IKM mampu menyajikan produknya secara digital.

Kemudian Reni juga menjelaskan bila saat ini Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) sendiri telah mempunyai role model untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk dapat mengembangkan IKM berbasis daerah.

Nantinya, IKM ini diharapkan bisa menjadi cikal bakal yang berdaya saing tinggi, bukan saja hanya di domestik, namun juga bisa menembus pasar ekspor luar negeri.

"Kita punya rolemodel untuk kolaborasi dengan pemerintah pusat ataupun dengan lembaga yang lainnya baik dari BI di tiap provinsi dan dengan BUMN seperti himbara, mereka dapat mengembangkan IKM berbasis daerah dan menjadi cikal bakal IKM yang berdaya saing bukan saja domestik tapi berdaya saing ekspor," tukas Reni.[]