Ekonomi

Kemenperin Optimis Adopsi Teknologi Masif, Rangsang Pertumbuhan PMI 2021

Kementerian Perindustrian optimis tahun 2021 ini akan ada Purchasing Managers Index (PMI) lebih baik dibandingkan tahun lalu


Kemenperin Optimis Adopsi Teknologi Masif, Rangsang Pertumbuhan PMI 2021
Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian mengklaim optimis tahun 2021 ini akan ada Purchasing Managers Index (PMI) yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Keyakinan itu disinyalir lantaran dilihat dari PMI bulan Maret 2021 lalu yang menyentuh 52% atau naik, dibandingkan bulan Februari 2021 lalu sebesar 50%.

" Maka dengan itu kami melihat bahwa manufaktur ini kedepannya mulai merangkak naik, oleh karna itu kita sangat optimis bahwa pertumbuhan industri akan bagus kedepannya," ucap Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian Indonesia pada saat webinar pembukaan Quick Adoption Lasting Growth : Adopsi Teknologi dengan cepat untuk terus bertumbuh di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Sebab, lanjutnya, bila melihat atau flashback kebelakang pada triwulan III tahun 2020 pertumbuhan industri tanah air masih kontraksi sebesar minus 4,02%. Akan tetapi, saat ini ada perbaikan kinerja jika dibandingkan dengan triwulan II yang terkontraksi minus 5,74%.

baca juga:

" Meskipun begitu, proyeksi triwulan I 2021 ini angka pertumbuhan industri itu akan semakin membaik di angka minus 2,2%. Tentu dengan tetap terkendalinya penanganan pandemi Covid-19," imbuhnya. 

Jadi, tambahnya, untuk mencapai kinerja tersebut maka Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong pertumbuhan industri yang mana salah satunya dengan memanfaatkan teknologi dengan cepat serta teknologi yang mudah diimplementasikan.

"Tujuannya apa? antara lain utnuk meningkatkan efisiensi dan juga kecepatan produksi. Kemudian kita juga harus meningkatkan optimalisasi manajemen operasi, lalu melakukan peningkatan akses pasar dan juga stabilisasi dari pada kualitas produk. Bahkan juga dalam pengambilan keputusan manajemen yang harus berbasis pada analisa data," tegasnya. 

Dengan demikian, jika sudah ada Big Data ini tentu akan lebih mudah menganalisa hal-hal apa saja di dalam proses produksi yang masih belum bagus.

" Lalu bagaimana caranya agar industri dapat mengadopsi teknologi dengan cepat? sesuai dengan tagline Hannover Messe 2021, connect to accelerate, bermitralah dengan penyedia teknologi salah satunya bisa dengan startup-startup Indonesia," bebernya. 

Senada dengan Gati, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa saat ini merupakan era dimana digitalisasi terakselerasi dengan cepat. Oleh karena itu, pelaku industri harus mulai bertransformasi dengan mengadopsi teknologi.

Dirinya mengklaim bahwa kualitas program Startup4industry telah mampu menghantarkan startup menuju go global. Sebanyak 23 peserta Startup4industry lolos seleksi dan akan tampil di pameran teknologi terbesar yaitu Hannover Messe 2021 yang akan berlangsung pada 12-16 April 2021.  Dimana Indonesia menjadi partner country untuk menunjukkan transformasi ekonomi Indonesia melalui Making Indonesia 4.0.[]

Andi Syafriadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu