Ekonomi

Kemenperin Pede IKM Jadi Cikal Bakal Usaha Berdaya Saing Ekspor Tinggi

Nantinya, IKM diharapkan bisa menjadi cikal bakal yang berdaya saing tinggi, bukan hanya di domestik, namun juga bisa menembus pasar ekspor luar negeri.


Kemenperin Pede IKM Jadi Cikal Bakal Usaha Berdaya Saing Ekspor Tinggi
Dirjen Industri Kecil Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita saat dalam diskusi yang diadakan oleh Kemenkominfo dan Kemenperin pada Senin (20/6/2022). (Akurat.co/Leofarhan)

AKURAT.CO Dirjen Industri Kecil Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita menyampaikan bila saat ini Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah mempunyai role model untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk dapat mengembangkan IKM berbasis daerah.

Nantinya, IKM ini diharapkan bisa menjadi cikal bakal yang berdaya saing tinggi, bukan saja hanya di domestik, namun juga bisa menembus pasar ekspor luar negeri.

"Kita punya rolemodel untuk kolaborasi dengan pemerintah pusat ataupun dengan lembaga yang lainnya baik dari BI di tiap provinsi dan dengan BUMN seperti himbara, mereka dapat mengembangkan IKM berbasis daerah dan menjadi cikal bakal IKM yang berdaya saing bukan saja domestik tapi berdaya saing ekspor," ujar Reni dalam diskusi yang diadakan oleh Kemenkominfo dan Kemenperin pada Senin (20/6/2022).

baca juga:

Senada dengan Reni, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnadi membeberkan bila provinsinya saat ini akan mengembangkan dan meningkatkan Industri Kecil Menengah (IKM) dengan pencapaian target sampai 14 persen.

Selain itu, selain mengejar peningkatan IKM di Lampung, Kusnadi sekaligus akan memfokuskan kesejahteraan bagi pelaku industri demi membantu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus pendapatan negara untuk kedepannya.

"Yang penting itu bukan pendapatannya, tapi nanti kita akan kedepankan kesejahteraan penduduk lampung kita harusnya bisa mencontoh negara kecil seperti Taiwan, yang mana mayoritas di dukung oleh IKM, bukan perusahaan besar, dan mereka tetap sejahtera," jelas Kusnadi.

Kusnadi juga menyampaikan apabila pengusaha di Lampung dan Indonesia meningkat, maka pendapatan daerah juga akan turut bergerak, menurutnya yang terpenting merupakan kesejahteraan yang lebih merata dan tidak hanya berpusat di kawasan industri besar.

"Dan yang penting adalah kesejahteraan lebih merata tidak hanya berpusat di kawasan industri besar, tapi seluruhnya bisa berkembang," jelas Kusnadi.

Kusnadi juga mengatakan IKM dalam negeri saat ini tidak ada yang jelek dan kualitasnya bahkan sudah menyamai dengan produk asing, berangkat dari hal tersebut, dipastikan bisa berdampak bagi pendapatan daerah.

"Kita harus jadi lebih sadar bahwa penggunaan produk dalam negeri itu tidak jelek, karena kualitas dalam negeri lebih baik lagi. kita bisa menghemat devisa banyak dari sana," jelas Kusnadi.[]