Tech

Kemenperin Hadirkan Solusi Pengolahan Polutan Melalui Reaktor Elektrokatalitik Portabel

Inovasi teknologi pengolahan polutan industri.


Kemenperin Hadirkan Solusi Pengolahan Polutan Melalui Reaktor Elektrokatalitik Portabel
Ilustrasi polusi industri. (pixabay.com/pixource)

AKURAT.CO Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin bekerjasama dengan Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang menciptakan inovasi teknologi pengolahan polutan industri. Teknologi tersebut diberi nama Reaktor Elektrokatalitik Portabel, suatu metode pengolahan polutan berupa zat warna dengan prinsip advance oxidation process yang dibangkitkan dengan tenaga listrik.

Kepala BSKJI Kemenperin, Doddy Rahadi mengatakan kalau alat reaktor elektrokalitik portabel sudah dimanfaatkan oleh industri karena memiliki banyak keunggulan. 

"Reaktor elektrokalitik portabel dilengkapi dengan konfigurasi teknologi yang compact, waktu proses yang cepat, mudah dalam pengoperasian, sangat efektif mendegradasi zat warna, serta memiliki desain mobile," ujar Doddy, melalui keterangan tertulisnya di laman resmi Kementerian Perindustrian. 

Doddy juga menjelaskan bahwa teknologi elektrokatalik ditentukan oleh pemilihan material elektroda (anoda-katoda). Dengan begitu dapat bekerja secara simultan dengan mendegradasi polutan. Konfigurasi sel serta pemilihan material anoda-katoda yang tepat menghasilkan gas oksigen dan hidrogen yang besar dalam bentuk proses flotasi polutan tersuspensi, sehingga efektivitas pengolahan menjadi besar.

Sementara itu, Kepala BBTPPI Semarang, Emmy Suryandari mengatakan bahwa mekanisme degradasi polutan alat ini telah dibuktikan melalui hasil uji coba. Di mana uji coba tersebut dilakukan untuk limbah batik pewarna naftol.

Hasilnya, mampu menurunkan chemical oxygen demand (COD) hingga 90% dalam waktu 1 jam pewarna indanthrene sebesar 70%, air limbah batik jumputan sebesar 88%, bahkan untuk air limbah tekstil yang telah melewati proses aerob dengan COD 264 mg/L dan berwarna hijau mampu diturunkan menjadi 107 mg/L dengan visual jernih yaitu 153 PtCo hanya dalam waktu 10 menit.

Lebih lanjut, Emmy juga menyebutkan jika alat reaktor elektrokalitik portabel telah digunakan pada industri batik dan Lembaga edukasi milik pemerintah. Bahkan ke depannya direncanakan untuk industri tekstil dan IKM (Industri Kecil Menengah).

"Untuk itu, BBTPPI telah membentuk ekosistem kerja sama dengan industri dalam memasarkan alat tersebut. Harapannya melalui alat ini mampu memberikan alternatif solusi bagi industri dalam pengolahan polutan sekaligus mendukung program P3DN dan subtitusi impor," ujar Emmy.