Ekonomi

Menperin Gandeng 3 Raksasa Perusahaan Kimia Jepang Bakal Ekspansi ke Indonesia

Menperin berharap, perusahaan-perusahaan kimia asal Jepang memaksimalkan utilisasinya dan meningkatkan daya saing sehingga memperluas pasar ekspor


Menperin Gandeng 3 Raksasa Perusahaan Kimia Jepang Bakal Ekspansi ke Indonesia
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang saat ditemui di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/11/2019). (AKURAT.CO/ Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak perusahaan-perusahaan kimia di Jepang mengembangkan investasi mereka di Indonesia, seiring tumbuhnya pasar dan dukungan regulasi.

Hal itu diungkapkannya saat pertemuan dengan perusahaan-perusahaan kimia terbesar di Negeri Sakura yakni AGC Inc, Mitsubishi Chemical Group, dan KAO Chemical, yang telah berada dan berkembang di Indonesia. Kemenperin berkomitmen untuk mendukung industri dalam bentuk ketersediaan bahan baku dan harga gas yang terjangkau.

"Kami mengharapkan perusahaan-perusahaan kimia asal Jepang di Indonesia dapat memaksimalkan utilisasinya dan meningkatkan daya saing agar dapat memperluas pasar ekspor," jelas Agung dalam keterangann tertulis, Rabu (29/6/2022).

baca juga:

CEO AGC Inc Yoshinori Hirai menyampaikan permintaan dukungan untuk ketersediaan bahan baku garam industri yang saat ini sudah masuk ke dalam Neraca Komoditas serta dukungan pemerintah Indonesia terkait pengamanan pasokan dan harga untuk bahan baku dan energi.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan harga gas sebesar USD 6/MMBTU (Million British Thermal Unit) bagi tujuh industri tertentu, termasuk industri petrokimia dan industri kaca. Sejak 2020, kata dia, perusahaan AGC Inc di Indonesia yakni PT Asahimas Chemical dan PT Asahimas Flat Glass, telah menerima harga gas dengan harga khusus tersebut.

"Dengan dukungan tersebut, kami harap PT Asahimas Chemical dapat mengoptimalkan pemanfaatan produksi dan meningkatkan daya saing sehingga dapat memperluas pasar ekspornya sehingga terus berkontribusi positif pada neraca perdagangan Indonesia," kata Menperin.

Pemerintah juga memberikan dukungan tax holiday untuk PT Asahimas Chemical terkait penambahan investasi kapasitas PVC dari 550 ribu menjadi 750 ribu ton/tahun dengan nilai Rp1,5 triliun.

Pertemuan tersebut juga membahas kajian substitusi batu bara dengan cangkang kelapa sawit untuk mendukung kebijakan pengurangan emisi gas rumah kaca, serta dukungan kebijakan pemanfaatan kembali panas buangan sebagai sumber energi.

Sementara itu CEO Mitsubishi Chemical Group (MCG) Jean-Marc Gilson menyampaikan arah pengembangan produk kimia khusus yang menyokong kebutuhan material pada elektrinik, kesehatan, dan life science. MCG juga menyampaikan permasalahan infrastruktur terkait ketersediaan pelabuhan yang memadai untuk logistik dan akses lainnya.