Ekonomi

Kemenperin Gali Potensi Kerja Sama Industri Makanan Minuman Indonesia-Taiwan, Keuntungannya?

Kinerja sektor industri makanan dan minuman (mamin) terus menunjukkan sisi positifnya di tengah masa pandemi Covid-19


Kemenperin Gali Potensi Kerja Sama Industri Makanan Minuman Indonesia-Taiwan, Keuntungannya?
Ilustrasi Proses industri makanan kecil (snack) (AUTOMATEINDO.COM)

AKURAT.CO Kinerja sektor industri makanan dan minuman (mamin) terus menunjukkan sisi positifnya di tengah masa pandemi Covid-19. Industri mamin terbukti menjadi salah satu sektor unggulan dengan kinerjanya yang gemilang.

Pada kuartal III tahun 2021, industri mamin berkontribusi sebesar 38,91% terhadap pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas.

Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian terus mendorong kerja sama antar pemangku kepentingan di sektor industri makanan dan minuman, salah satunya dengan industri-industri yang berasal dari Taiwan.

“ Kerja sama kedua negara perlu didorong untuk memenuhi permintaan global akan produk pangan,” tutur Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika lewat keterangannya, Sabtu (27/11/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama bersama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei dan diikuti oleh pemangku kepentingan industri mamin. Pertemuan kerja sama ini juga mengedepankan kolaborasi industri dengan berbagai pihak dari dalam negeri seperti Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Balai Besar Industri Agro (BBIA) dan Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK). 

“Kami harapkan forum ini dapat membawa manfaat bagi industri makanan dan minuman kedua negara, serta peningkatan perdagangan dan investasi antar kedua negara sebagai bagian dari rantai pasok global. Ke depan, kami harapkan forum ini dapat menciptakan dan meningkatkan kerja sama dalam pemanfaatan teknologi tepat guna terutama bagi industri kecil dan menengah,” terang Putu.

Pada kesempatan ini, pihak Taiwan melalui Bureau of Foreign Trade Ministry of Economic Affairs serta lembaga penelitian FIRDI menyampaikan sambutan positif untuk peningkatan kerja sama. Salah satu yang ditawarkan adalah teknologi penunjang industry 4.0.

“Pihak Taiwan akan menindaklanjuti usulan-usulan Indonesia yang dibahas dalam agenda dialog. Lebih lanjut, ada beberapa usulan kerja sama dari Indonesia yang membutuhkan proposal komprehensif agar nantinya  lebih mudah  dalam melakukan link and match dengan perusahaan dari Taiwan,” Ari menerangkan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin, Mohammad Ari Kurnia Taufik memaparkan pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi porang yang besar.